SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Ketua PCNU Sidoarjo, KH Zainal Abidin, mengapresiasi atas khidmah, dedikasi, dan kontribusi para penggerak NU dalam menjaga keberlangsungan organisasi serta mengembangkan kegiatan keagamaan dan sosial kemasyarakatan di wilayah masing-masing.
Menurutnya, para muharrik memiliki peran penting dalam menggerakkan roda organisasi, menjaga tradisi Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah, serta memastikan kehadiran Nahdlatul Ulama dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Ketua Alumni Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny Buduran tersebut sangat mengapresiasi peran muharrik yang menjadi ujung tombak penting dari penggerak yang menjaga kesinambungan perjuangan NU di tingkat kecamatan hingga ranting.
"Dedikasi mereka menjadi salah satu penopang keberlangsungan kegiatan organisasi dan pelayanan kepada masyarakat," tandas KH Zainal Abidin.
Sebagai penghormatan, apresiasi, dan penghargaan atas nilai-nilai perjuangan para muharrik dalam membesarkan NU, pada rangkaian peringatan Hari Santri Nasional 2026, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sidoarjo memberikan penghargaan kepada para muharrik Nahdlatul Ulama di tingkat Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) se-Kabupaten Sidoarjo.
KH Zainal Abidin berharap, penghargaan tersebut tidak hanya menjadi bentuk penghormatan atas pengabdian yang telah dilakukan, tetapi juga menjadi penyemangat bagi para penggerak NU untuk terus menjalankan khidmah, memperkuat konsolidasi organisasi, dan meningkatkan kontribusi bagi umat.
“Semoga penghargaan ini menjadi motivasi bagi para penggerak NU untuk terus berkhidmah dengan ikhlas, menjaga kebersamaan, dan memperkuat peran organisasi di tengah masyarakat,” harapnya.
Tak hanya itu, Kiai Zainal juga mengingatkan bahwa peringatan Hari Santri tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial. Momentum tersebut harus menjadi inspirasi bagi seluruh kader NU untuk meneruskan perjuangan para ulama, santri, dan pejuang bangsa yang telah berkorban demi kemerdekaan Indonesia.
Ia menegaskan bahwa generasi penerus memiliki tanggung jawab untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sekaligus menghadapi berbagai tantangan zaman dengan berpegang teguh pada nilai-nilai perjuangan para pendiri Nahdlatul Ulama.
Sejumlah muharrik yang menerima penghargaan tersebut nama yang disebut di antaranya KH Muhammad Kholis Ansori dari Jabon, KH Mustofa Kamal, M.Pd.I. dari Waru, KH Fuad Anwar, M.Si. dari Taman, KH Muhammad Thahir Sholeh dari Krian, serta KH Amin Abbas dari Tarik.
Selanjutnya, terdapat KH Imron Fadil dari Gedangan, Drs. H. Tarmidzi dan Drs. KH Imam Sultani dari Candi, H. Muhammad Thayib dari Porong, KH Atho’illah Arif dari Krembung, dan KH Abdi Manaf dari Sukodono.
Penerima lainnya meliputi Muhammad Suryono dari Sidoarjo, KH Abdul Muiz Ahmad dari Tulangan, KH Zainul Mukhtar dari Wonoayu, M. Miskan dari Prambon, M. Imam, S.Ag., M.Pd.I. dari Sedati, KH Maksum Achmad Ahmad dari Tanggulangin, serta Nyai Hamidah dari Balongbendo.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua PCNU Sidoarjo, KH Zainal Abidin, menyampaikan bahwa pemberian penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas khidmah, dedikasi, dan kontribusi para penggerak NU dalam menjaga keberlangsungan organisasi serta mengembangkan kegiatan keagamaan dan sosial kemasyarakatan di wilayah masing-masing. (hdk/hik)
Editor : Redaksi