SURABAYAPAGI.COM -SURABAYA: Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Jawa Timur menyampaikan bahwa capaian lelang 2.754 unit aset milik debitur Bank Tabungan Negara (BTN) dalam program relaksasi 2026. Dari jumlah tersebut, tingkat laku lelang mencapai 26 persen, tertinggi dibandingkan bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) lainnya.
Capaian tersebut menjadi catatan penting dalam upaya optimalisasi aset agunan sekaligus menjaga kualitas kredit perbankan. Kepala Kanwil DJKN Jawa Timur Arik Hariyono menyampaikan hal itu dalam Workshop Lelang Akbar Peluang Investasi Properti 2026 yang digelar BTN Jatimbalinusra di Surabaya, Kamis, 22 Oktober 2026.
Arik mengapresiasi konsistensi BTN dalam membangun sinergi dengan DJKN dan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) untuk mendukung penyelesaian kredit melalui mekanisme lelang hak tanggungan.
Menurut dia, lelang tidak hanya berfungsi sebagai instrumen eksekusi terhadap agunan kredit. Lebih dari itu, lelang menjadi sarana untuk menciptakan nilai ekonomi, mempercepat perputaran aset, serta memberikan kepastian hukum kepada pihak-pihak yang berkepentingan.
"Kami mencatat capaian yang sangat membanggakan hingga saat ini. Telah terlaksana lelang terhadap 2.754 unit aset dengan tingkat laku lelang sebesar 26 persen. Capaian tersebut merupakan tingkat keberhasilan tertinggi dibandingkan dengan bank-bank Himbara lainnya," ujar Arik.
Dia menilai capaian tersebut tidak terlepas dari kerja keras jajaran BTN serta kolaborasi dengan KPKNL di berbagai wilayah. Sinergi itu dinilai berperan penting dalam mendukung optimalisasi penjualan aset yang menjadi agunan pembiayaan.
Target 10.000 Aset Sepanjang 2026
Arik menjelaskan, program relaksasi BTN 2026 merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas kredit melalui optimalisasi agunan. Program tersebut memiliki target ambisius, yakni melelang sebanyak 10.000 unit aset sepanjang 2026.
Dengan capaian 2.754 unit aset yang telah dilelang, realisasi tersebut setara sekitar 27,5 persen dari target tahunan. Artinya, masih diperlukan upaya lanjutan untuk mengejar target yang telah ditetapkan.
Untuk meningkatkan capaian, Arik mendorong penguatan sejumlah aspek dalam pelaksanaan lelang. Di antaranya, persiapan dokumen yang matang, strategi pemasaran aset yang efektif, pemanfaatan teknologi digital, serta koordinasi yang lebih erat antara BTN, DJKN, dan seluruh pemangku kepentingan.
Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan calon pembeli sekaligus meningkatkan peluang aset terjual melalui lelang.
Sebelumnya, kegiatan serupa telah diselenggarakan di Menara BTN Jakarta pada Mei 2026. Pelaksanaan workshop di Surabaya diharapkan memperkuat kolaborasi antara BTN dan DJKN, khususnya dalam meningkatkan efektivitas pelaksanaan lelang.
Menurut Arik, forum tersebut perlu dimanfaatkan untuk bertukar gagasan, mengevaluasi strategi, serta merumuskan langkah konkret dalam mengoptimalkan penjualan aset.
Dia berharap sinergi yang telah terbangun dapat terus ditingkatkan agar pelaksanaan lelang tidak hanya membantu perbankan menjaga kualitas kredit, tetapi juga membuka peluang investasi properti bagi masyarakat.
Lelang Properti BTN
Lelang properti yang digelar PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN membuka peluang bagi masyarakat untuk memiliki rumah dengan harga di bawah pasar. Dengan potongan harga 30–40�ri harga pasar, aset lelang BTN dinilai menarik bagi pembeli rumah pertama maupun investor yang ingin mengembangkan portofolio properti.
SEV Asset Management BTN Benjamin Sihombing mengatakan, wilayah Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Nusra) menjadi salah satu kontributor signifikan dalam kegiatan lelang aset BTN. Ketiga wilayah tersebut menyumbang hampir 23�ri total nasional.
“Antusiasme lelang di Jawa Timur luar biasa. Untuk BTN, Jawa Timur, Bali, dan Nusra hampir menyumbang 23�ri total nasional. Kami melihat antusiasme masyarakat terhadap upaya lelang ini sangat baik,” ujar Benjamin disela acara Workshop Lelang Akbar – Peluang Investasi Properti 2026, di Sheraton Hotel Surabaya, Kamis 922/10).
Sebagai ilustrasi, Benjamin menyatakan rumah dengan harga pasar Rp100 juta dapat ditawarkan melalui lelang pada kisaran Rp60 juta hingga Rp70 juta, bergantung pada kondisi dan penilaian aset yang bersangkutan.
Selain harga yang kompetitif, ia menambahkan BTN menyiapkan skema pembiayaan KPR dengan suku bunga tetap sebesar lima persen selama lima tahun pertama, sehingga pembeli tidak harus menyediakan seluruh dana pembelian secara tunai.
Benjamin menyebutkan, mayoritas pembeli yang disasar merupakan pengguna akhir atau end user yang membutuhkan hunian, meskipun properti lelang juga berpotensi menarik investor dan pengembang atau developer yang ingin merenovasi dan menjualnya kembali.
Dari sisi keamanan, Benjamin menegaskan BTN memastikan aset yang dilelang telah memenuhi persyaratan legalitas, termasuk dokumen kepemilikan dan perizinan, serta diupayakan dalam kondisi bebas penghuni untuk mengurangi risiko bagi pembeli.
Ia menambahkan, potensi pasar properti lelang di Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara dinilai cukup baik, seiring upaya memperluas sosialisasi melalui kanal digital dan agen properti agar semakin banyak masyarakat mengetahui alternatif pembelian rumah tersebut.
“Dengan diskon harga dan dukungan pembiayaan KPR berbunga tetap lima persen selama lima tahun, kami optimistis lelang properti dapat menjadi pilihan menarik bagi masyarakat yang benar-benar ingin memiliki rumah,” ujar Benjamin.
Pembiayaan KPR Perkuat Daya Tarik Lelang
Selain harga yang lebih rendah, BTN juga menyiapkan dukungan pembiayaan melalui Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bagi masyarakat yang membeli aset melalui lelang. Skema ini diharapkan dapat membantu calon pembeli yang memiliki keterbatasan dana tunai.
Benjamin menjelaskan, peserta lelang pada umumnya harus menyediakan uang jaminan sebesar 10�ri nilai limit lelang. Setelah memenangkan lelang, pembeli dapat memanfaatkan fasilitas pembiayaan yang disiapkan BTN sesuai persyaratan yang berlaku.
“BTN juga menawarkan suku bunga KPR sebesar 5% tetap selama lima tahun pertama. Setelah periode tersebut, suku bunga mengikuti skema berjenjang sesuai ketentuan produk. Tenornya bisa lama hingga 30 tahun. Jadi lebih ringan cicilanya,” katanya.
Menurut Benjamin, fasilitas tersebut menjadi salah satu nilai tambah bagi masyarakat yang ingin membeli rumah melalui lelang, karena memungkinkan pembelian properti dengan dukungan pembiayaan perbankan yang kompetitif.
BTN, saat ini juga terus memperluas sosialisasi melalui kanal digital, agen properti, dan berbagai pemangku kepentingan. Upaya tersebut diharapkan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai mekanisme lelang sekaligus memperluas jangkauan calon pembeli.
Sementara itu, pengamat properti Panangian Simanungkalit menilai momentum pasar properti Indonesia mulai membaik seiring pertumbuhan ekonomi yang meningkat dan hadirnya fasilitas pembiayaan baru untuk memudahkan masyarakat membeli properti melalui lelang.
Ia menjelaskan, pertumbuhan ekonomi menjadi salah satu indikator penting bagi perkembangan sektor properti karena peningkatan pertumbuhan di atas lima persen hingga mendekati enam persen biasanya menjadi sinyal awal penguatan pasar.
Panangian memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat mencapai 5,6 persen pada 2026 dan enam persen pada 2027, sehingga kondisi tersebut dinilai berpotensi mendorong peningkatan aktivitas pasar properti.
Selain pertumbuhan ekonomi, ia menyatakan perkembangan kredit properti juga menjadi indikator yang perlu diperhatikan untuk melihat prospek sektor tersebut, termasuk peluang transaksi melalui mekanisme lelang.
Menurutnya, meningkatnya aktivitas lelang ketika pasar properti mengalami perlambatan menunjukkan masyarakat mulai mencari alternatif untuk memperoleh hunian dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan membeli langsung dari pengembang.n.mm.bs.nn
Editor : Redaksi