SURABAYAPAGI.com, Banyuwangi - Dalam rangka mensejahterakan lansia duafa yang hidup sebatang kara, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi, melanjutkan program Rantang Kasih, yakni pemberian makanan gratis, dimana program tersebut menyentuh kebutuhan dasar masyarakat itu tetap berlanjut kendati di tengah efisiensi anggaran.
"Di tengah efisiensi, kami terus melanjutkan program-program yang bermanfaat bagi masyarakat, salah satunya Rantang Kasih ini, yang memang sangat dibutuhkan oleh warga lansia," ujar Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Minggu (25/10/2026).
Perlu diketahui, Rantang Kasih bukan sekadar program pemenuhan kebutuhan pangan, tetapi juga upaya memastikan lansia yang hidup sendiri tetap mendapatkan perhatian. Program yang telah digulirkan sejak 2017 itu telah menjangkau lebih dari 8.000 lansia miskin di Banyuwangi.
Dan pada 2026 Pemkab Banyuwangi mengalokasikan anggaran sekitar Rp6,1 miliar untuk program tersebut, sasarannya sekitar 839 lansia penerima manfaat. Sehingga, melalui Rantang Kasih ini, Pemkab Banyuwangi berupaya memastikan lansia yang hidup dalam keterbatasan tetap memperoleh makanan bergizi dan perhatian dari pemerintah daerah setempat.
"Lebih dari sekadar bantuan pangan, program ini menjadi ruang gotong royong yang mempertemukan pemerintah, tenaga kesehatan, pelaku usaha, dan warga untuk merawat sesama," tuturnya.
Sementara itu, terkait pelaksanaan program ini turut didukung pemerintah desa, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Banyuwangi, serta sejumlah pihak melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
"Kami tidak sendiri, pemerintah desa, Baznas maupun sejumlah korporasi melalui CSR ikut mendukung program ini karena anggaran kami terbatas, sementara masih ada lansia yang perlu dibantu. Harapan kami, dengan bergandengan tangan manfaatnya bisa menjangkau lebih banyak warga yang membutuhkan," kata Bupati Ipuk. by-01/dsy
Editor : Redaksi