Dakwah Lewat Pupuk, Muhammadiyah Gandeng Petrokimia Gresik

author M. Aidid Koresponden Gresik

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SVP Mitra Bisnis Petrokimia Gresik Andri Puji Handoyo saat penyerahan SPJB kepada Direktur PT MNU pada Rabu (21/10). 
SVP Mitra Bisnis Petrokimia Gresik Andri Puji Handoyo saat penyerahan SPJB kepada Direktur PT MNU pada Rabu (21/10). 

i

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Muhammadiyah terus memperluas medan dakwahnya. Tak hanya melalui pendidikan, kesehatan maupun kegiatan sosial-keagamaan, organisasi Islam tersebut kini semakin serius masuk ke sektor ekonomi produktif dan ketahanan pangan.

Salah satunya melalui kerja sama dengan PT Petrokimia Gresik dalam pengembangan dan produksi pupuk Petroganik. Melalui Badan Usaha Milik Muhammadiyah (BUMM) PT Mentari Niaga Utama (MNU), Muhammadiyah mendapat amanah memproduksi sebanyak 2.000 ton pupuk Petroganik.

Komitmen tersebut ditandai dengan tasyakuran penerbitan Surat Perjanjian Jual Beli (SPJB) Petroganik PT MNU yang digelar di Arjuna Lounge PT MNU, Sentolo, Kulonprogo, Rabu (21/10).

Sekretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Muhammad Sayuti, mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari upaya memperluas kebermanfaatan dakwah Muhammadiyah melalui sektor-sektor strategis.

Menurutnya, dakwah tidak semata-mata berbicara mengenai aktivitas keagamaan. Ketika sebuah gerakan mampu ikut meningkatkan kesejahteraan masyarakat, hal itu juga merupakan bagian dari dakwah.

“Dakwah itu maknanya sangat luas. Kalau rakyat sejahtera, itu sejatinya juga bagian dari dakwah,” ujar Sayuti.

Ia menilai ketahanan pangan merupakan salah satu pilar penting kehidupan masyarakat. Karena itu, keterlibatan Muhammadiyah dalam bisnis pupuk Petroganik diharapkan ikut menjawab tantangan kemandirian sektor pertanian dan peternakan nasional.

“Di Muhammadiyah perlu masuk tidak hanya mengurusi pendidikan, masjid, kotoran hewan juga harus kita urus,” katanya.

Bagi Sayuti, pengelolaan limbah peternakan menjadi pupuk memiliki nilai strategis. Selain membantu petani, langkah tersebut juga membuka ruang bagi terciptanya sistem pertanian yang lebih mandiri dan berkelanjutan.

Ia menegaskan sektor pertanian dan perikanan nasional harus mampu menjadi sektor yang kompetitif. Sebab, kemandirian ekonomi merupakan bagian penting agar umat mampu memenuhi kebutuhannya sendiri sebelum kemudian memberikan manfaat lebih luas kepada masyarakat.

“Bagaimana mengurus kotoran hewan sehingga menjadi pupuk untuk kemandirian pangan kita. Tentu ini menjadi lahan dakwah yang sangat menantang,” ujarnya.

Karena itu, Sayuti meminta dukungan seluruh pihak agar amanah produksi 2.000 ton pupuk Petroganik tersebut dapat dijalankan secara optimal.

Ia menekankan prinsip ihsan harus menjadi landasan dalam menjalankan usaha Muhammadiyah, termasuk dalam menghasilkan pupuk yang berkualitas.

“Menyiapkan pupuk itu sama artinya dengan memberi makan perut banyak orang. Yang insyaallah menjadi amal saleh kita semua,” tuturnya.

Sementara itu, Senior Vice President Mitra Bisnis Petrokimia Gresik, Andri Puji Handoyo, mengaku bangga dengan kolaborasi tersebut.

Menurut Andri, salah satu hal yang menarik adalah kelengkapan stakeholder yang dilibatkan PT Mentari Niaga Utama. Berbagai pihak dengan kompetensi masing-masing dipertemukan untuk mendukung pengembangan pupuk Petroganik berkualitas di bawah naungan BUMM dan PT Petrokimia Gresik.

“Kata kuncinya adalah kolaborasi dan sinergi,” ujarnya.

Andri mengibaratkan penerbitan SPJB sebagai garis awal perjalanan bisnis PT MNU dalam memproduksi Petroganik. Setelah berada di garis start, masih diperlukan kerja keras untuk mencapai garis akhir.

Berbagai tahapan harus dipersiapkan, mulai dari pra-produksi, proses produksi, pengendalian kualitas (quality control), hingga memastikan produk dapat terserap dan diterima konsumen.

“Penerbitan SPJB menjadi langkah awal bagi sebuah badan usaha untuk memutar roda bisnisnya. Ibarat seorang pelari, ia masih berada di garis start. Perlu waktu dan kerja keras untuk sampai ke garis finish,” jelasnya.

Andri juga mengungkapkan perjalanan panjang Petrokimia Gresik dalam mengembangkan Petroganik. Menurut dia, pengembangan pupuk tersebut telah dimulai sejak 2005.

“Pengembangan pupuk Petroganik oleh PT Petrokimia Gresik ini tidak sebentar. Saya memulainya sejak tahun 2005, dan sejak saat itu saya sudah berurusan dengan pertelekan (kotoran hewan),” paparnya.

Ia menjelaskan, gagasan pengembangan Petroganik berawal dari kegelisahan terhadap anggapan bahwa penggunaan pupuk kimia secara terus-menerus berkontribusi terhadap penurunan kualitas tanah.

Dari persoalan tersebut, Petrokimia Gresik bersama tim kemudian mengembangkan pupuk yang tidak hanya mendukung pertumbuhan tanaman, tetapi juga membantu memperbaiki kualitas tanah.

Menurut Andri, penggunaan pupuk organik secara konvensional, termasuk kotoran hewan, belum cukup untuk mengembalikan kondisi tanah yang telah mengalami penurunan kualitas.

Karena itu, Petroganik dikembangkan dengan pendekatan yang lebih terukur dan kemudian diajukan kepada Kementerian Pertanian untuk mendapatkan dukungan subsidi.

“Dari situ terus berkembang dan puncaknya kami mampu menjual hingga 700.000 ton di seluruh Indonesia,” ungkapnya.

Berbeda dengan pupuk seperti urea dan NPK, menurut Andri, manfaat Petroganik tidak selalu langsung terlihat dari perubahan fisik tanaman.

Jika pupuk kimia umumnya dapat memperlihatkan respons tanaman secara lebih cepat, manfaat pupuk organik justru lebih banyak diarahkan pada perbaikan kualitas tanah.

“Petroganik berbeda dengan urea dan Ponska. Memang tidak langsung menunjukkan perubahan pada tanaman, misalnya langsung terlihat hijau. Tetapi perubahan justru terlihat pada kualitas tanah yang semakin membaik,” jelasnya.

Tahun ini, Petrokimia Gresik dipercaya menyalurkan 627.000 ton Petroganik. Dari jumlah tersebut, realisasi diproyeksikan mencapai sekitar 300.000 ton.

Karena itu, Andri meminta PT Mentari Niaga Utama tidak khawatir terhadap aspek serapan produk. Menurutnya, kebutuhan dan jaringan distribusi Petroganik masih terbuka luas sehingga sinergi produksi bersama Muhammadiyah memiliki prospek yang cukup besar.

“Secara serapan dan sinergi bersama produksi pupuk Petroganik ini bisa memberikan manfaat,” tambahnya.

Di akhir sambutannya, Andri juga mengapresiasi kiprah Muhammadiyah yang selama ini mampu memasuki berbagai bidang kehidupan masyarakat.

Ia menyebut Muhammadiyah bukan hanya sebagai salah satu organisasi kemasyarakatan Islam tertua, tetapi juga memiliki jaringan dan aset yang besar serta pengalaman panjang dalam mengelola berbagai amal usaha.

“Sebagai salah satu ormas yang tidak hanya tertua, tapi juga terkaya dengan aset di mana-mana, kami patut belajar kepada Muhammadiyah tentang bagaimana mengelola usaha sekaligus tetap mengutamakan kepentingan umat,” tutupnya. did

Tag :

Berita Terbaru

Kasus Mutilasi Ibu dan Anak di Madiun, Polisi Dalami Kronologi 

Kasus Mutilasi Ibu dan Anak di Madiun, Polisi Dalami Kronologi 

Senin, 26 Okt 2026 14:49 WIB

Senin, 26 Okt 2026 14:49 WIB

‎SURABAYAPAGI.com, Madiun – Polisi lakukan pendalaman terkait dugaan pembunuhan disertai dengan mutilasi terhadap Dini Hardiyanti (30) dan anaknya AGF(4), di Ko…

Kapolres Blitar Turun Langsung Pantau Pelayanan Lalu Lintas 

Kapolres Blitar Turun Langsung Pantau Pelayanan Lalu Lintas 

Senin, 26 Okt 2026 12:35 WIB

Senin, 26 Okt 2026 12:35 WIB

SURABAYA PAGI. Com, Blitar- Kapolres Blitar AKBP Ardhy Ardhy Zul Hasbih Nasution, S.I.K., M.H. hari ini Senen 26 Oktober 2026 turun langsung memantau…

Kantor Imigrasi Blitar Hadirkan Pelayanan Pasporia

Kantor Imigrasi Blitar Hadirkan Pelayanan Pasporia

Senin, 26 Okt 2026 12:33 WIB

Senin, 26 Okt 2026 12:33 WIB

SURABAYAPAGI.Com, Blitar- Kembali lagi Kantor Imigrasi Blitar terus melakukan upaya pelayanan keimigrasian kepada masyarakat melalui  PASPORIA (Paspor Ceria). …

Suami Siri Dini Ditangkap, Polisi Dalami Dugaan Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun

Suami Siri Dini Ditangkap, Polisi Dalami Dugaan Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun

Senin, 26 Okt 2026 10:06 WIB

Senin, 26 Okt 2026 10:06 WIB

‎SURABAYAPAGI.com, Madiun – Polisi menangkap DBM alias Bagus, terduga pelaku pembunuhan disertai mutilasi terhadap Dini Hardiyanti (30) dan anaknya, AGF (4), di…