SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Puluhan warga Desa Pagerwojo, Buduran antusias mengikuti program pelatihan Wirausaha Baru (WUB) yang digelar Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Dinkop UM) Kabupaten Sidoarjo, di pendopo balai desa, Senin (27/10).
Kegiatan kolaborasi antara Dinkop UM dan Pemdes Pagerwojo ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan melalui program unggulan Wirausaha Baru (WUB) yang berupaya mengikis pengangguran dan melahirkan wirausaha baru di tingkat desa sebagai langkah konkret meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Program ini sejalan dengan visi Bupati Sidoarjo, Subandi, bahwa WUB dirancang sebagai program pemberdayaan yang menyentuh langsung potensi ekonomi di desa.
Kepala Dinas Koperasi dan UM Sidoarjo Mochammad Chudori melalui Kabid Pemberdayaan Usaha Mikro, Amat Adi Subhan saat ditemui menyebutkan bahwa program WUB bertujuan menciptakan pelaku usaha baru yang berangkat dari potensi lokal. "Pelaku usaha diusulkan langsung desa, sehingga tepat sasaran dan sesuai kebutuhan masyarakat," ujarnya.
Dalam implementasinya, pelatihan WUB dilaksanakan selama tiga hari. Hari pertama digelar pembukaan dan pemaparan program WUB, hari kedua praktik pembuatan usaha kuliner kue roti castanger dan kue lumpur. "Hari terakhir peserta diberikan cara perizinan usaha dan solusi permodalan kerja," ujar Amat.
Sementara itu, Kades Pagerwojo, Yunan Khilmi secara terpisah sangat berterima kasih atas program WUB yang diberikan kepada para ibu-ibu rumah tangga warga Desa Pagerwojo. "Kami berterima kasih bahwa Dinkop Sidoarjo telah melaksanakan berbagai program pemberdayaan UMKM. Mulai dari pendataan pelaku usaha, pelatihan pembuatan usaha sekaligus memfasilitasi kemitraan, kemudahan perizinan, hingga penguatan kelembagaan dan koordinasi dengan para pemangku kepentingan," tandas Kades Yunan.
Tak hanya itu, Dinkop Sidoarjo juga terus mendorong program strategis lainnya seperti UMKM Naik Kelas melalui pelatihan usaha dan digitalisasi. Harapannya mampu menciptakan ekosistem usaha yang inklusif dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat ekonomi desa sebagai fondasi pembangunan daerah berkelanjutan. (Hdk/hik)
Editor : Redaksi