SURABAYAPAGI.com, Malang - Menjelang potensi kerawanan menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026/2027, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang mulai mewaspadai sejumlah faktor cuaca di musim penghujan hingga peningkatan kedatangan pengunjung, hingga dampak kebijakan pemerintah pusat menjadi perhatian dalam upaya menjaga kondisi kota tetap kondusif.
Sementara itu, berbagai potensi tersebut perlu diantisipasi melalui pemetaan dan analisis dini, salah satunya dengan memanfaatkan informasi dari Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM). Langkah antisipasi dapat dilakukan melalui koordinasi dengan Forkopimda, pemantauan langsung di lapangan, hingga penyusunan tahapan penanganan berdasarkan potensi ancaman yang teridentifikasi.
“Prediksi-prediksi dari salah satunya FKDM ini, dari BIN ini, akan menjadi dasar kami di Pemerintah Kota Malang untuk bisa melangsungkan hal-hal yang harus kita lakukan,” jelas Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, Rabu (28/10/2026).
Selain itu, Pemkot Malang juga akan memperkuat komunikasi antarpimpinan daerah melalui forum Kopi Senja. Pertemuan tersebut menjadi ruang berbagi informasi dan menjaring aspirasi terkait berbagai perkembangan maupun kejadian yang berpotensi memengaruhi kondisi daerah.
"Kewaspadaan dini tidak hanya berfokus pada persoalan keamanan, tetapi juga mencakup berbagai ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan yang dapat berdampak terhadap masyarakat, " Tegas Wahyu.
Melalui koordinasi lintas sektor dan pemanfaatan data yang akurat, Pemkot Malang berharap potensi kerawanan menjelang pergantian tahun dapat diantisipasi lebih awal sehingga situasi kota tetap aman dan kondusif. ml-01/dsy
Editor : Redaksi