Oleh: Hj. Lordna Putri
Anjuran Rasulullah kepada hambanya untuk membela kebenaran Sahabat Nabi yang gencar membela kebenaran siapa saja. Dan siapa yang paling gencar. Apa ayat di Al Quran yang ajarkan membela kebenaran & ayat apa saja yang paling tajam Hadits sahih membela kebenaran apa isinya. Membela kebenaran melalui tulisan tantangannya apa saja
Rasulullah SAW sangat keras dalam urusan membela kebenaran (Al-Haq). Prinsipnya: Kebenaran harus disampaikan walau pahit.
Rasulullah bersabda: “Katakanlah kebenaran walaupun pahit.” (Hadits Riwayat Ibn Hibban)
Dan beliau mengajarkan 3 tingkatan membela kebenaran: “Barangsiapa di antara kalian melihat kemungkaran, hendaklah ia mengubah dengan tangannya. Jika tidak mampu, maka dengan lisannya. Jika tidak mampu, maka dengan hatinya, dan itu adalah selemah-lemah iman.” (HR. Muslim No. 49)
Keluarga saat ini sedang di level Lisan, membela di depan Majelis Hakim. Semua sahabat pembela kebenaran, tapi yang paling terkenal gencar dan tegas:
Abu Bakar Ash-Shiddiq: Digelari Ash-Shiddiq (Maha Benar) karena pertama kali membenarkan Isra’ Mi’raj saat orang lain mendustakan.
Umar bin Khattab: Paling tegas membedakan Haq dan Bathil, digelari Al-Faruq (Pembeda).
Ali bin Abi Thalib: Dikenal sebagai pintu ilmu dan paling berani membela kebenaran di pengadilan dan peperangan. Banyak riwayat keadilan beliau sebagai hakim.
Abu Dzar Al-Ghifari: Paling tajam lidahnya membela kebenaran, tidak takut kepada penguasa, sampai Rasulullah bersabda: “Tidak ada orang yang lebih jujur ucapannya melebihi Abu Dzar.”
Yang Paling Gencar: Umar bin Khattab dan Abu Dzar Al-Ghifari.
AYAT AL-QURAN YANG PALING TAJAM TENTANG MEMBELA KEBENARAN
QS. Al-Haqqah: 44-47 (Ayat paling tajam - ancaman memalsukan kebenaran):
“Seandainya dia (Muhammad) mengada-adakan sebagian perkataan atas (nama) Kami, niscaya benar-benar Kami pegang dia pada tangan kanannya. Kemudian benar-benar Kami potong urat tali jantungnya.”
Ayat ini menunjukkan Allah sangat keras terhadap pemalsuan fakta/keterangan, relevan dengan dugaan pemalsuan alat bukti.
QS. Al-Baqarah: 42 “Dan janganlah kamu campur adukkan yang hak dengan yang bathil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu, sedang kamu mengetahui.”
QS. An-Nisa: 135 “Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar-benar penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah biarpun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapa dan kaum kerabatmu.”
Ayat ini adalah dasar hakim harus adil, walau harus melawan kerabatnya.
QS. Al-Maidah: 8 “Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil.”
HADITS SAHIH MEMBELA KEBENARAN
HR. Abu Dawud No. 4344 (Hadits Paling Utama): “Jihad yang paling utama adalah menyampaikan kebenaran di hadapan penguasa yang zalim.”
HR. Tirmidzi No. 2174: “Sesungguhnya Allah akan menanyai setiap pemimpin tentang apa yang dipimpinnya, apakah dia menjaga atau menyia-nyiakannya.”
HR. Bukhari & Muslim: “Tolonglah saudaramu yang zalim dan yang dizalimi.” Sahabat bertanya: “Jika dizalimi kami paham, bagaimana menolong yang zalim?” Nabi menjawab: “Cegah dia dari berbuat kezaliman, itulah pertolongan baginya.”
Namun Kemuliaannya:
Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya Allah mencatat pahala tulisan yang membela kebenaran sebagai sedekah jariyah yang tidak akan putus.”
Dan Imam Syafi ’i berkata: “Jika kamu tidak bisa membela kebenaran dengan tulisanmu, maka janganlah kamu menjadi penonton kezaliman.” (dnaputri)
Editor : Redaksi