SURABAYAPAGI.com, Madiun - Keterlambatan distribusi bantuan kain seragam sekolah gratis tahun ini menjadi evaluasi Dinas Pendidikan Kota Madiun. Agar tidak terjadi kejadian serupa, pengadaan bantuan untuk siswa tahun depan bakal dipersiapkan bulan Juni-Juli Tahun 2027.
Plt. Kepala Dinas Pendidikan Agus Purwo Widagdo mengatakan, pihaknya penyusunan perencanaan pengadaan sejak triwulan kedua. Langkah ini dilakukan agar bantuan seragam bisa diterima saat ajaran baru.
"Untuk tahun depan kita targetkan sesuai dengan ajaran baru. Jadi, bulan Juni-Juli sudah selesai semuanya", kata Agus Purwo usai pembagian seragam, Senin (2/11/2026).
Untuk tahun ini Dinas Pendidikan Kota Madiun memberikan bantuan sebanyak 5.367 dengan target pendistribusian selesai pada pekan ini. Selain bantuan seragam pemerintah kota Madiun juga memberikan bantuan ongkos jahit.
Agus menyebut satu atau dua hari kedepan seluruh kain seragam sudah sampai di sekolah penerima. Sedangkan untuk bantuan ongkos jahit sebesar Rp.300 ribu per siswa akan disalurkan dengan mekanisme transfer rekening Bank Jatim.
"Untuk minggu ini insyaallah sudah selesai, harapannya minggu kedua November sudah bisa terpakai", lanjutnya.
Sementara itu, Plt. Walikota Madiun F.Bagus Panuntun mengatakan keterlambatan program ini dikarenakan karena proses lelang. Keterbatasan peserta kualitas kain menjadi kendala utama.
"Ya, kemarin proses begitu eh kan dilelang. Lelangnya ya pesertanya sedikit, kemudian kualitas itu mempengaruhi juga kualitas kain", jelas Plt.
Dari total 5.368 penerima manfaat, sebanyak 2.242 merupakan siswa sekolah dasar (SD) sedangkan sisanya berasal dari jenjang siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Bagus mengatakan bantuan ongkos jahit akan disalurkan ke orangtua siswa, dengan harapan memanfaatkan jasa penjahit lokal. Ia berharap dengan penyaluran bantuan seragam siswa dapat lebih semangat dalam bersekolah dan tingkat kehadiran sekolah nanti bisa naik.
Adapun pengadaan kain seragam tahun ini sekitar Rp.1,8 miliar sedangkan alokasi ongkos jahit sekitar Rp.1,3 miliar. waf
Editor : Redaksi