SurabayaPagi, Surabaya – Potensi pasar perlengkapan dan bahan bangunan di Surabaya Timur semakin menarik perhatian pelaku ritel modern.
Pertumbuhan kawasan hunian serta meningkatnya kebutuhan masyarakat untuk memperbaiki dan menata rumah mendorong Mitra10 memperluas jaringan bisnisnya dengan membuka gerai kelima di Kota Surabaya, tepatnya di kawasan Middle East Ring Road (MERR).
Gerai yang berlokasi di Jalan Dr. Ir. H. Soekarno Nomor 199, Kalijudan, Mulyorejo tersebut diresmikan pada Kamis (5/11/2026).
Kehadirannya menjadi toko Mitra10 ke-62 secara nasional sekaligus bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat penetrasi pasar di wilayah timur Surabaya.
Marketing General Manager Mitra10, Erick Koswara, mengatakan pembukaan gerai di MERR dilakukan untuk mendekatkan layanan kepada konsumen yang selama ini belum sepenuhnya terjangkau oleh jaringan toko perusahaan di Surabaya.
Selama ini, Mitra10 telah memiliki sejumlah gerai yang menjangkau kawasan tengah, barat, dan selatan Kota Pahlawan. Dengan penambahan toko di MERR, perusahaan berharap dapat memperluas jangkauan pelanggan di kawasan timur hingga wilayah sekitarnya.
"Harapannya kita akan lebih dekat dengan pelanggan kami yang di daerah timur di Surabaya ini," ujarnya.
Menurut Erick, MERR memiliki posisi strategis karena tidak hanya menjangkau kawasan permukiman Surabaya Timur, tetapi juga memiliki akses menuju wilayah utara Surabaya hingga Madura.
Potensi tersebut menjadi salah satu pertimbangan perusahaan dalam menentukan lokasi pengembangan jaringan bisnis.
Dengan lokasi yang lebih dekat dengan konsumen, Mitra10 berharap dapat memenuhi kebutuhan masyarakat untuk pembangunan rumah, renovasi, hingga penataan interior hunian.
Menariknya, perusahaan tidak hanya membidik konsumen yang sedang membangun rumah dari awal. Pasar renovasi dan pembaruan interior justru menjadi salah satu segmen yang ingin diperkuat.
Erick menjelaskan, keramik dan granit masih menjadi kategori produk dengan kontribusi besar terhadap penjualan Mitra10. Kedua produk tersebut menyumbang sekitar 20 persen dari total penjualan.
Setelah itu, kontribusi berasal dari perlengkapan kamar mandi, cat, serta berbagai kebutuhan rumah tangga lainnya.
Perusahaan juga mulai memperkuat kategori elektronik rumah tangga untuk memperluas pilihan produk yang dapat memenuhi kebutuhan konsumen.
"Justru yang kita lebih adalah renovasinya dan isinya. Khususnya di area dapur, kamar mandi," katanya.
Strategi tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan konsumen terhadap perlengkapan rumah tidak lagi terbatas pada material konstruksi.
Produk yang menunjang fungsi, kenyamanan, dan tampilan interior juga menjadi bagian dari pasar yang dibidik peritel bahan bangunan.
Dari sisi fasilitas, Mitra10 MERR berdiri di atas area seluas lebih dari 3.000 meter persegi, dengan luas penjualan hampir 2.000 meter persegi dan gudang lebih dari 1.000 meter persegi.
Gerai ini memiliki bangunan tiga lantai dengan penataan ruang berdasarkan kategori produk dan kebutuhan pelanggan.
Lantai dasar difungsikan sebagai area pelayanan publik, termasuk kasir, layanan pelanggan, dan pemeriksaan barang. Sementara lantai berikutnya menghadirkan berbagai produk perkakas, perangkat keras, material bangunan, keramik, granit, hingga perlengkapan kamar mandi.
Gerai tersebut juga menyediakan lebih dari 65.000 produk dalam 12 kategori, mulai dari lantai dan dinding, cat, pipa, pintu dan jendela, peralatan listrik, perkakas, elektronik rumah tangga, hingga perlengkapan dapur.
Erick mengatakan, toko terbaru ini turut menghadirkan pembaruan dalam penataan dan tampilan produk. Sejumlah produk ditampilkan dengan konsep display berbeda dibandingkan gerai Mitra10 yang telah beroperasi sebelumnya.
Di tengah persaingan bisnis ritel bahan bangunan, Erick mengungkapkan perusahaan masih mampu mempertahankan pertumbuhan penjualan sepanjang 2026. Meski demikian, ia belum bersedia menyampaikan angka pertumbuhan secara terperinci.
"Alhamdulillah kita masih tumbuh. Angkanya saya mohon maaf, saya tidak bisa menyampaikan, tetapi kita masih bisa tumbuh di tahun ini," ujarnya.
Optimisme tersebut sejalan dengan kinerja induk usaha Mitra10, PT Catur Sentosa Adiprana Tbk (CSAP). Berdasarkan ringkasan kinerja keuangan sembilan bulan pertama 2026, penjualan konsolidasi perusahaan mencapai Rp14,3 triliun, meningkat 11 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp12,8 triliun.
Segmen distribusi menyumbang penjualan Rp8,7 triliun atau tumbuh 13 persen. Sementara segmen ritel modern membukukan penjualan Rp5,6 triliun, meningkat 9 persen dengan pertumbuhan penjualan toko yang sama atau same store sales growth (SSSG) sebesar 6 persen.
CSAP juga mencatatkan laba bersih konsolidasi Rp161 miliar, meningkat 140 persen dibandingkan Rp67 miliar pada periode pembanding yang tercantum dalam ringkasan perusahaan.
Laba kotor mencapai Rp2,3 triliun atau tumbuh 12 persen, sedangkan laba per saham meningkat menjadi Rp17 dari sebelumnya Rp4,6.
Ekspansi jaringan Mitra10 diperkirakan masih berlanjut pada tahun depan. Perusahaan menargetkan pembukaan sekitar enam hingga tujuh toko baru pada 2027, dengan fokus pengembangan di sejumlah wilayah Pulau Jawa dan Indonesia Timur.
Meski demikian, Erick menyebut lokasi ekspansi berikutnya masih dalam tahap kajian. Perusahaan akan mempertimbangkan potensi pasar dan perkembangan masing-masing wilayah sebelum menentukan lokasi gerai baru.
Sepanjang 2026, CSAP telah melakukan relokasi Mitra10 Pamulang dengan konsep toko yang lebih besar dan modern, serta membuka lima gerai baru di Denpasar, Makassar, Bandung, dan Surabaya.
Selain memperluas jaringan fisik, Mitra10 juga mengembangkan saluran penjualan digital melalui situs resmi, marketplace, dan aplikasi perusahaan.
Konsumen dapat memanfaatkan program keanggotaan untuk mengumpulkan poin transaksi yang bisa ditukarkan sebagai potongan belanja, memperoleh diskon khusus anggota, serta menikmati layanan antar dan instalasi dengan ketentuan tertentu.
Untuk memperkenalkan gerai terbarunya kepada masyarakat Surabaya Timur, Mitra10 menggelar program grand opening pada 5–8 November 2026. Sejumlah penawaran khusus dan hadiah disiapkan selama periode tersebut.
Pembukaan gerai MERR sekaligus memperlihatkan upaya Mitra10 membaca perubahan kebutuhan pasar. Di tengah pertumbuhan kawasan hunian, peluang bisnis tidak hanya datang dari pembangunan rumah baru, tetapi juga dari kebutuhan masyarakat memperbarui ruang tinggal agar lebih nyaman, fungsional, dan sesuai perkembangan gaya hidup.
Editor : Redaksi