SURABAYAPAGI.com, Madiun - Eny Mujayanah mengubah limbah tas plastik atau kresek menjadi berbagai bunga cantik dan bernilai jual. Eny pun semakin termotivasi untuk membuat bunga dari kresek setelah ia bergabung dengan komunitas perajin bunga kresek.
Eny yang merupakan Perajin bunga dari tas kresek (bunga kresek) ini mengaku awalnya bunga kresek karya pertamanya dipersembahkan untuk ibunda tercinta. Setelah itu, dikebanjiran order. Bahkan ada yang pesan lima pot sekaligus. Pesanan datang dari tetangga, teman dan saudara. "Bahkan ada juga orang yang memesan dari Gresik," ungkap Eni, dikutip Minggu (28/4/2021).
Baca juga: Wabup Madiun Dorong Kader PKK Siapkan Generasi Berkualitas Menuju Indonesia Emas 2045
Salah satu hasil karya bunga kresek Eny Mujayanah. SP/ MDN
Sedangkan untuk membuat bunga kresek tersebut dibutuhkan bahan dan peralatan membuat bunga kresek cukup sederhana. Yang dibutuhkan hanyalah kresek, kawat, kapas, pelipit bunga, lem tembak, selotip, putik bunga. Sedangkan alat yang digunakan gunting, tang, lem tembak, setrika.
Baca juga: Lewat Lakon Semar Bangun Kayangan, Armaya: Pembangunan Harus Utamakan Kepentingan Rakyat
Cara membuatnya pun sangat mudah. Kresek disetrika, setelah itu digunting persegi, ukuran sesuai selera. Dilipat sebanyak 3 kali, 4 kali, 5 kali dan seterusnya tergantung ingin membuat berapa banyak kelopak.
Kresek yang sudah disetrika bisa dibuat bermacam-macam bunga. Seperti mawar, anggrek, daisy, matahari, keladi, bahkan janda bolong yang saat ini sedang naik daun pun bisa dibuat.
Baca juga: Kejari Madiun Ingatkan Kades: Dana BKK Desa Bukan Uang yang Bisa Dikelola Semau Sendiri
Hasil karya bunga kresek bisa digunakan untuk hiasan rumah dengan ditempel atau sebagai bunga meja. Juga cocok untuk buket untuk kado di hari istimewa. "Harga bervariasi mulai Rp 20 ribu tergantung ukuran dan tingkat kerumitan," ujar Eni perajin bunga dari tas kresek dari Madiun. Dsy9
Editor : Redaksi