SURABAYAPAGI.com, Madiun – Ketua DPRD Kota Madiun Armaya menegaskan pembangunan daerah harus direncanakan dengan baik dan mengutamakan kepentingan masyarakat, bukan golongan maupun perorangan. Pesan tersebut disampaikan melalui pagelaran wayang kulit dengan lakon Semar Bangun Kayangan dalam peringatan dua tahun kinerja DPRD Kota Madiun periode 2024–2029, Sabtu (17/10/2026) malam.
Menurut Armaya, lakon Semar Bangun Kayangan menjadi simbol pentingnya membangun daerah melalui perencanaan yang baik, hati nurani, dan keberpihakan kepada masyarakat.
Ia menegaskan, pembangunan Kota Madiun harus mengutamakan kepentingan masyarakat, bukan kepentingan golongan maupun perorangan. Prinsip tersebut perlu menjadi landasan dalam setiap kebijakan yang diambil oleh pemerintah daerah.
“Karena kepentingan masyarakat itu harus diutamakan. Jangan kepentingan golongan atau perorangan yang diutamakan,” tegasnya.
Lebih lanjut Armaya mengatakan, pelestarian budaya perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan berbagai pihak. Karena itu, ia berharap pagelaran wayang kulit dapat terus digelar setiap tahun dengan mengolaborasikan dalang lokal dan dalang nasional.
“Tahun depan akan kita kolaborasikan antara dalang Kota Madiun dengan dalang nasional. Ini juga bagian dari upaya nguri-uri budaya,” ujarnya.
Armaya juga menekankan pentingnya menjaga kolaborasi antara legislatif, eksekutif, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), dan instansi vertikal. Menurutnya, komunikasi dan sinergi antarlembaga menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan yang berintegritas.
Ia mengapresiasi kritik dan masukan yang selama ini disampaikan kepada DPRD maupun pemerintah daerah. Baginya, perbedaan pandangan merupakan bagian dari upaya memperbaiki penyelenggaraan pemerintahan demi kepentingan masyarakat.
"Terima kasih kepada masyarakat Kota Madiun yang telah mempercayai kami selama 2 tahun ini, sehingga kami akan lebih fokus lagi. Dan terima kasih atas kritikannya," ujarnya.
Sementara itu, Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun mengapresiasi konsistensi DPRD dalam mendukung pelestarian seni budaya. Ia berharap pagelaran wayang kulit dapat terus dilaksanakan setiap tahun sehingga tradisi tersebut tetap dikenal dan dinikmati masyarakat.
“DPRD konsisten menjaga seni budaya. Setiap tahun ada wayang, dan tahun depan harus ada wayang lagi. Ini namanya menjaga seni budaya,” kata Bagus.
Bagus menambahkan, kegiatan kebudayaan juga berpotensi menggerakkan perekonomian masyarakat, terutama pedagang di sekitar lokasi acara. Karena itu, ia berharap pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan pemberian manfaat ekonomi bagi warga. Waf
Editor : Redaksi