Kejari Madiun Ingatkan Kades: Dana BKK Desa Bukan Uang yang Bisa Dikelola Semau Sendiri

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
sosialisasi Peraturan Bupati (Perbup) Madiun Nomor 18 Tahun 2026, Kamis (15/10/2026).
sosialisasi Peraturan Bupati (Perbup) Madiun Nomor 18 Tahun 2026, Kamis (15/10/2026).

i

‎SURABAYAPAGI.com, Madiun – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Madiun mengingatkan kepala desa agar tidak sembarangan mengelola Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Desa. Penggunaan anggaran yang bersumber dari uang negara tersebut harus sesuai aturan, baik dari sisi kualitas pekerjaan maupun pertanggungjawaban belanja.

‎Peringatan itu disampaikan saat sosialisasi Peraturan Bupati (Perbup) Madiun Nomor 18 Tahun 2026 di Ruang Rapat Eka Kapti, Pusat Pemerintahan Kabupaten Madiun, Caruban, Kamis (15/10/2026).

‎Kepala Kejari Kabupaten Madiun Achmad Hariyanto Mayangkoro menegaskan, pengelolaan BKK Desa tidak cukup hanya memenuhi kelengkapan administrasi. 

‎"Dana yang dikelola adalah uang negara dan uang rakyat. Pelaksanaannya harus sesuai kualitas dan kuantitas, tidak boleh dilakukan semaunya sendiri," kata Achmad.

‎Menurut Achmad, penerapan regulasi harus dibarengi perubahan pola pikir aparatur desa. Hal itu penting untuk mencegah munculnya niat melakukan penyimpangan dalam pengelolaan anggaran.

‎"Regulasi ini harus diimbangi dengan perubahan mindset di lapangan agar tidak ada niat berbuat jahat (mens rea)," imbuhnya.

‎Untuk mencegah potensi penyimpangan, Kejari Kabupaten Madiun menyatakan siap memberikan pendampingan hukum kepada aparatur desa melalui program Jaga Desa.

‎Sementara itu Bupati Madiun, Hari Wuryanto, mengatakan Perbup tersebut merupakan hasil evaluasi dari Aparat Penegak Hukum (APH), Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), maupun Inspektorat.

‎"Sosialisasi ini merupakan tindak lanjut dari evaluasi atas beberapa temuan APH, BPK, dan Inspektorat. Kami ingin memastikan BKK dimanfaatkan dengan baik dan tidak ada lagi pelanggaran regulasi," ujar Hari.

‎Perbup Madiun Nomor 18 Tahun 2026 memperketat sejumlah mekanisme pengelolaan BKK Desa. Pencairan anggaran dibagi menjadi dua tahap, yakni 40 persen pada termin pertama dan 60 persen pada termin kedua.

‎Pencairan tahap kedua baru dapat dilakukan setelah pekerjaan fisik rampung 100 persen, lulus uji fungsi, dan dilengkapi berita acara penerimaan.

‎Biaya operasional juga dibatasi maksimal 5 persen dari total anggaran. Sementara itu, kepala desa diwajibkan menyelesaikan laporan pertanggungjawaban paling lambat dua bulan setelah kegiatan selesai. Waf

Tag :

Berita Terbaru

DPRD Jatim Berduka, Anggota Fraksi Golkar Sumardi Meninggal Dunia

DPRD Jatim Berduka, Anggota Fraksi Golkar Sumardi Meninggal Dunia

Jumat, 06 Nov 2026 11:59 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 11:59 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Kabar duka menyelimuti DPRD Jawa Timur. Anggota Komisi A DPRD Jatim dari Fraksi Partai Golkar, Sumardi, meninggal dunia pada Kamis …

Tak Pernah Mengenal Batik, Sri Pontianik Kini Miliki Rumah Produksi dengan 25 Karyawan

Tak Pernah Mengenal Batik, Sri Pontianik Kini Miliki Rumah Produksi dengan 25 Karyawan

Jumat, 06 Nov 2026 11:24 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 11:24 WIB

SURABAYA PAGI, Rembang — Sebuah permintaan sederhana dari pelanggan ternyata mampu mengubah perjalanan hidup Sri Pontianik (48). Perempuan yang sebelumnya b…

Kota Kediri Raih ATM Award 2026, Mbak Wali Tegaskan Pentingnya Deteksi Dini

Kota Kediri Raih ATM Award 2026, Mbak Wali Tegaskan Pentingnya Deteksi Dini

Jumat, 06 Nov 2026 10:52 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 10:52 WIB

SURABAYAPAGI.com, Kediri - Upaya Pemerintah Kota Kediri dalam pencegahan dan pengendalian penyakit menular kembali mendapat pengakuan. Kali ini, Kota Kediri…

Lewat Program Imigrasi Masuk Desa, Imigrasi Blitar Sosialisasikan Bahaya TPPO dan TPPM pada Masyarakat

Lewat Program Imigrasi Masuk Desa, Imigrasi Blitar Sosialisasikan Bahaya TPPO dan TPPM pada Masyarakat

Jumat, 06 Nov 2026 10:49 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 10:49 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Kantor Imigrasi Blitar berkomitmen untuk memperkuat edukasi keimigrasian kepada masyarakat kali ini bertempat di wilayah Kec.Pomggok…

DLHK Sidoarjo Gelar Rapat Bersama Pelaku Industri untuk Wujudkan Industri yang Berwawasan Lingkungan

DLHK Sidoarjo Gelar Rapat Bersama Pelaku Industri untuk Wujudkan Industri yang Berwawasan Lingkungan

Jumat, 06 Nov 2026 10:46 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 10:46 WIB

SURABAYAPAGI com, Sidoarjo – Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Sidoarjo menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pengawasan Lingkungan Hidup b…

Banjir Lahar Semeru Perlu Percepatan Relokasi Warga

Banjir Lahar Semeru Perlu Percepatan Relokasi Warga

Jumat, 06 Nov 2026 10:43 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 10:43 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Anggota DPRD Jawa Timur, Lailatul Qodriyah, menyoroti kembali terjadinya banjir lahar dingin Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang. I…