SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Dugaan Golden City (GOCI) mencaplok tanah milik alm. Parlian di wilayah Dukuh Pakis kian terang benderang. Golden City terkesan mokong, pihaknya kesekian kali tidak memenuhi Panggilan dari Komisi C DPRD Kota Surabaya.
Komisi C DPRD Kota Surabaya kembali menggelar hearing menindaklanjuti pengaduan warga terkait berdirinya pagar di atas lahan, Senin (30/8/2021). Dihadiri Bagian Hukum Pemkot Surabaya, Camat Dukuh Pakis dan ahli waris alm. Parlian di ruang Badan Anggaran DPRD Kota Surabaya.
Baca juga: Terdakwa Fu Liwen Disebut Berperan dalam Klaster Embong Kenongo, Polisi Ungkap Kaitan Jaringan Solo
"Yang jelas Goci tidak punya bukti alas hak. Bahkan, sekian kali kita panggil tidak hadir dan sampai hari ini pun juga tidak bisa menunjukkan bukti lain kepemilikan alas hak tersebut," tegas Ketua Komisi C Baktiono usai memimpin rapat tersebut.
Soal pengaduan warga terkait tanah dipagari Golden City di wilayah Kecamatan Dukuh Pakis ini. Sebelumnya, Komisi C DPRD Kota Surabaya telah memfasilitasi selama setahun. Mulai melakukan pengumpulan data-data yang ada, dan yang terakhir melaksanakan tinjauan langsung di Kantor Dukuh Pakis disaksikan seluruh pihak terkait.
Baca juga: Jadi Sorotan! Kucing Berkostum Open Donasi di Jalan Tunjungan Terlihat Lemas
"Saat itu Golden City akan membuktikan bahwa lahan yang telah dipagari milik warga itu benar-benar miliknya. Tapi sampai di sana pihaknya tidak bisa menunjukkan alat bukti kepemilikan tanah tersebut. Bahkan membawa sertifikat titik lokasinya tidak di situ," ungkap Legislator PDI Perjuangan ini.
Lanjut Baktiono, artinya pihak Golden City tidak punya alas hak yang kuat di lokasi tersebut.
Baca juga: Diduga Kompor Menyala dan Ditinggal, 4 Warung di Jemur Andayani Ludes Terbakar
"Karena sampai hari ini kita panggil berkoordinasi dan musyawarah tidak hadir. Kita akan mengundang sekali lagi sebelum menentukan langkah-langkah untuk membantu keadilan bagi warga yang mempunyai alat bukti tersebut. Jika Golden City tidak hadir lagi, kita akan melangkah jauh lebih luar biasa," pungkas dia. Alq
Editor : Moch Ilham