SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Akibat mampetnya Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) yang tidak mengalir selama tiga hari, warga Kelurahan Lidah Wetan, Kecamatan Lakarsantri, Surabaya kesulitan mendapatkan air bersih hingga terpaksa membeli air galon untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mulai dari mandi hingga mencuci. Kondisi tersebut membuat warga harus merogoh kocek lebih dalam.
Mereka bahkan membeli belasan galon air untuk mengisi bak mandi agar tetap bisa beraktivitas di tengah terhentinya pasokan air PDAM. Dimana, harga satu galon air mencapai Rp 6 ribu. Dengan membeli 18 galon, ia harus mengeluarkan uang Rp 108 ribu hanya untuk memenuhi kebutuhan air di rumahnya.
Salah satu warga, Hadi, mengaku membeli 18 galon air sejak pasokan PDAM tidak mengalir pada Sabtu (17/10/2026). "Tadi beli 18 galon untuk mengisi bak mandi. Dari Minggu sore sudah habis. Tak kira malam sudah keluar, ternyata sampai tadi siang tidak keluar. Satu galon Rp 6 ribu, kalau 18 ya Rp 108 ribu. Di kondisi ekonomi yang semua sulit, tentu berat kalau mengeluarkan uang segitu untuk mandi dan cuci-cuci," kata Hadi, Senin (19/10/2026).
Lebih lanjut, warga berharap pasokan air PDAM segera kembali normal. Jika gangguan terjadi karena perbaikan jaringan, mereka berharap distribusi air tetap bisa dilakukan pada malam hari agar warga dapat menampung air sebagai persediaan.
"Sehingga ketika air sudah nyala, kita bisa mengumpulkan air terlebih dahulu. Dan ketika mati, kita sudah ada cadangan air," kata Triarianto, diamini Hadi.
Sementara itu, PDAM telah menyalurkan bantuan air bersih menggunakan truk tangki kepada warga terdampak. Penyaluran air tersebut dilakukan karena pasokan PDAM belum kembali normal. Namun, truk tangki tidak dapat menjangkau hingga ke depan rumah warga sehingga mereka harus mengambil air dari lokasi truk berhenti. sb-02/dsy
Editor : Redaksi