SURABAYAPAGI.com, Jombang - Sejumlah waduk di Kabupaten Jombang, mulai mengering di musim kemarau panjang saat ini. Salah satunya embung yang berada di Desa Sumbergondang, Kecamatan Kabuh, sehingga membuat khususnya para petani ketar-ketir dan gelisah.
Debit air di waduk pun juga mulai berkurang, sehingga tidak bisa difungsikan, lantaran tak lagi bisa mengalir ke saluran irigasi sawah. Kondisi ini membuat lahan pertanian di lima desa yang ada di sekitar embung terancam kekeringan, yakni di Desa Sumbergondang, Sumberingin, Jatibanjar, Kauman dan Desa Genengan Jasem.
Baca juga: Jadi Wisata Dadakan, Bengawan Solo di Ngawi Jadi Hamparan Bunga Enceng Gondok
Menurut Sekretaris Desa Sumbergondang, Iswandi, terkait kondisi keringnya embung ini sudah terjadi sejak satu bulan terakhir, karena dampak dari musim kemarau.
“Kalau surut seperti ini memang sementara tidak bisa difungsikan. Dampaknya kepada petani akhirnya mereka sulit untuk mencari air guna mengairi sawahnya,” katanya, Jumat (20/09/2024).
Baca juga: Ancaman Kasus DBD di Tengah Musim Kemarau, Dua Warga di Tulungagung Meninggal Dunia
Sedangkan untuk sulitnya mendapatkan air di musim kemarau kali ini juga diakui oleh Abidin, salah satu petani setempat. “Kalau kering dan kekurangan air seperti ini biasanya kita siasati dengan tanam baru, atau tegal, ganti tanaman,” ucapnya.
Pemerintah desa dan petani pun berharap untuk sementara agar dilakukan normalisasi saluran air di dalam embung menuju saluran irigasi ke lahan pertanian. Sebab jika saluran tersebut normal, tetap bisa berfungsi meskipun debit air embung tidak penuh.
Baca juga: Alami Krisis Kekeringan, Ngawi Optimalkan Distribusi Air Bersih ke 4.403 Warga
Sebagai informasi, di Jombang terdapat 18 titik embung. Lokasinya menyebar di 14 desa dari 4 kecamatan. Seluruhnya kewenangan BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai) Brantas. Masing-masing 4 embung di Kecamatan Kudu, 9 embung di Kecamatan Kabuh, dan 3 embung di Kecamatan Plandaan, serta 3 embung di Kecamatan Bareng. jb-01/dsy
Editor : Desy Ayu