SURABAYAPAGI.COM, Mojokerto - Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap deteksi dini penyakit Tuberkulosis (TBC).
Hal ini ia sampaikan dalam penyuluhan pencegahan penyakit menular TBC di Pendopo Kantor Kelurahan Pulorejo, Kecamatan Prajuritkulon, Senin (8/9).
Baca juga: Pemkot Batu Gencarkan 41 Titik Screening TBC Massal Gratis, Target Eliminasi 2030
Kegiatan ini diikuti oleh Kader TBC, Koordinator Posyandu, Kader Motivator Kesehatan, Pokjakes, Ketua LPM, hingga tokoh masyarakat serta perwakilan RT/RW setempat.
Melalui kesempatan tersebut, sosok Wali Kota yang akrab disapa Ning Ita tersebut menegaskan pentingnya pemahaman masyarakat mengenai gejala dan cara mengenali TBC.
“Masyarakat perlu memahami apa itu TBC dan bagaimana mengenalinya. Dengan pengetahuan dan kepedulian yang lebih baik, kita bisa memutus mata rantai penyebaran TBC di lingkungan kita,” tuturnya.
Baca juga: Bimtek OSS RBA, Wali Kota Mojokerto Tekankan Kemudahan Perizinan dan Kewajiban Pelaku Usaha
Ning Ita menekankan bahwa TBC merupakan penyakit menular yang berbahaya karena penularannya sangat cepat, terlebih pada anak-anak.
Jika tidak ditangani, TBC juga dapat memicu stunting, oleh sebab itu, ia mengajak warga untuk aktif menemukan dan melaporkan kasus TBC di lingkungannya.
“Tugas masyarakat adalah menemukan dan melaporkan. Sementara tugas kami pemerintah adalah mengobati dan menyembuhkan,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia berharap penyuluhan ini tidak berhenti pada peserta saja, tetapi bisa diteruskan kepada masyarakat luas melalui semangat getok tular.
Dengan demikian, semakin banyak warga yang teredukasi, lebih banyak pasien yang segera mendapatkan pengobatan, dan pada akhirnya rantai penularan TBC dapat diputus. Dwi
Editor : Moch Ilham