SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Pemerintah Kota Mojokerto bersinergi dengan Gabungan Pengusaha Optik Indonesia (Gapopin) Jawa Timur menyalurkan ratusan kacamata gratis bagi masyarakat. Kegiatan penyerahan simbolis sekaligus memperingati Hari Penglihatan Sedunia (World Sight Day) 2026 ini, dilaksanakan pada Selasa (21/10), di Pendopo Sabha Krida Tama Rumah Rakyat. Menjadi ikhtiar bersama untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sekaligus wujud kepedulian lintas sektor.
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menyampaikan, kolaborasi tersebut menjadi momentum penting bagi jajaran Pemerintah Kota Mojokerto dan pengusaha optik untuk menyatukan langkah demi memastikan bantuan tepat sasaran.
“Nah dari data tunggal Sosial Ekonomi Nasional yang ada di Dinas Sosial, kami bisa padankan dengan data kesehatan yang ada di Dinas Kesehatan. Sehingga kami bisa menyajikan data buat Bapak-bapak dari Gapopin, berapa sih warga Kota Mojokerto yang punya masalah kesehatan mata, yang membutuhkan untuk mendapatkan kacamata, yang berasal dari keluarga tidak mampu,” tuturnya.
Selain itu, Ning Ita sapaan akrab Wali Kota Mojokerto itu menjabarkan bahwa langkah strategis memadukan data tersebut berdampak langsung pada capaian makro kesehatan di Kota Mojokerto.
“Karena kita tahu pemerintah itu punya salah satu indikator kinerja adalah meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang diukur dengan usia harapan hidup. Alhamdulillah, usia harapan hidup Kota Mojokerto ini kategorinya tinggi. Di atas capaian UHH Jawa Timur maupun UHH nasional. UHH Jawa Timur masih di angka 75. UHH Nasional masih di angka 74,47 tahun. Kota Mojokerto sudah 76,3 tahun. Jadi warga Kota Mojokerto umurnya sudah lebih panjang dibandingkan rata-rata Jawa Timur dan nasional,” terangnya.
Adapun penyaluran kacamata gratis di Kota Mojokerto ini secara keseluruhan menjangkau sebanyak 533 penerima manfaat. Bantuan tersebut menyasar keluarga tidak mampu dengan rincian 109 kacamata untuk kelompok yatim, 186 kacamata untuk tenaga kerja paruh waktu Pemkot Mojokerto dan insan media, serta 238 kacamata bagi siswa-siswi tingkat SD hingga SMA.
Menurutnya, berbagai upaya kolaboratif ini perlu terus dijaga dan ditingkatkan. Harapannya, program-program kemanusiaan serupa dapat memberikan kelancaran aktivitas, menunjang pendidikan, serta membawa manfaat perbaikan bagi kehidupan warga ke depannya. dwi
Editor : Redaksi