SurabayaPagi, Surabaya – Warga antusias mengikuti program mudik gratis yang digelar PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur. Sebanyak 640 pemudik diberangkatkan menggunakan Kereta Api Jayakarta rute Surabaya–Jakarta dari Stasiun Gubeng, Selasa (17/3/2026).
Para peserta diberangkatkan pada pukul 13.55 WIB melalui jalur selatan, sehingga memungkinkan penumpang turun di sejumlah kota tujuan sepanjang perjalanan menuju Jakarta.
Baca juga: Tebar Energi Kurban, PLN Salurkan 107 Sapi dan 154 Kambing Untuk Ribuan Warga Jatim
Salah satu peserta, Rizky, warga Gunungsari, Surabaya, mengaku senang dapat mengikuti program tersebut bersama keluarganya untuk mudik ke Purwokerto.
“Alhamdulillah sangat senang, ini pertama kali dapat mudik gratis,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan Dita, warga Malang, yang mudik bersama suami dan anaknya ke Jakarta. Ia menilai program ini sangat membantu masyarakat.
“Senang, alhamdulillah bisa ikut. Baru pertama kali, semoga ke depan diadakan lagi,” katanya.
Baca juga: Perkuat Kolaborasi Coreboost 2.0, PLN UID Jatim Dorong Pertumbuhan Beyond kWh dan Ekosistem EV
General Manager PLN UID Jawa Timur, Ahmad Mustaqir, mengatakan program mudik gratis merupakan agenda rutin tahunan sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat.
“Sebanyak 640 penumpang kami berangkatkan hari ini dan besok dengan tujuan Surabaya–Jakarta. Ini bagian dari komitmen PLN untuk tidak hanya menyediakan listrik, tetapi juga memberikan manfaat langsung kepada masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, minat masyarakat terhadap program ini terus meningkat setiap tahun. Bahkan, sejumlah peserta mengusulkan agar ke depan tersedia fasilitas arus balik.
Sementara itu, Asisten I Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Imam Hidayat, mengapresiasi inisiatif PLN dalam mendukung kelancaran arus mudik Lebaran.
Baca juga: Kolaborasi Dengan Pemprov Jatim, PLN Hadirkan Omah Terapi-KU bagi Anak dan Kelompok Rentan
Ia menilai program mudik gratis tidak hanya meringankan beban ekonomi masyarakat, tetapi juga berkontribusi mengurangi penggunaan kendaraan pribadi yang berpotensi memicu kemacetan dan kecelakaan.
“Program ini sangat membantu masyarakat agar dapat mudik dengan aman dan nyaman, sekaligus mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas,” ujarnya.
Imam berharap program serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan karena manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat. Byb
Editor : Redaksi