Sering Timbulkan Kemacetan, Pemkot Surabaya Siap Kembalikan Fungsi Jalan Stasiun Wonokromo

surabayapagi.com
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat meninjau salah Jalan Stasiun Wonokromo yang kerap macet saat jam berangkat dan pulang kerja. SP/ SBY

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menindaklanjuti keluhan warga terkait Jalan Staisun Wonokromo Surabaya yang selama ini sempit dan kerap menimbulkan kemacetan terutama pada saat jam-jam masuk dan pulang kerja, kini keluhan tersebut menjadi perhatian dan sedang d tangani oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

Nantinya, pihaknya akan melakukan pengaspalan dan pelebaran Jalan Stasiun Wonokromo untuk mengembalikan fungsi jalan yang sebelumnya tidak digunakan sebagaimana mestinya serta untuk mengurai kemacetan yang sering terjadi lokasi tersebut. Pemkot juga telah berkoordinasi dengan PT KAI terkait pengaturan lalu lintas dan jadwal keberangkatan kereta api yang melintas di Stasiun Wonokromo.

Baca juga: Stok Mulai Langka, Harga Minyakita di Surabaya Tembus Rp20 Ribu per Kemasan

"Jalan ini kita aspal sehingga jalur di sini lebih lebar untuk mengurai kemacetan yang dari arah Jagir maupun dari arah Hotel Novotel. Karena kan biasanya bisa macet sampai di sana sampai ke arah traffic light ini. Saya juga minta, koordinasi dengan Pak Suyoto, Kepala Stasiun Wonokromo untuk menghitung jam berapa kereta yang lewat sini. Maka, satu menit sebelum kereta lewat sudah (dinyalakan) lampu merah, kalau sudah lampu merah, maka tidak ada lagi ekor (kendaraan yang melintas)," ujar Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi di Kota Surabaya, Rabu (22/04/2026).

Baca juga: Prioritaskan Fungsi Pedestrian, Pemkot Surabaya Bongkar Fasad Eks Toko Nam

Selaim itu, Pemkot Surabaya, kata dia, juga berkoordinasi dengan PT KAI terkait punden atau makam yang lokasinya berada di dekat area Stasiun Wonokromo. "Karena ini pundennya orang Wonokromo, jadi nanti pundennya akan saya kasih pintu. Untuk keselamatan warga, nanti punden itu akan kami beri (pembatas) dinding, jadi warga yang masuk ke dalam punden tidak bisa menyeberang ke rel kereta api," tuturnya.

Baca juga: Resahkan Rusak Ekosistem, DLH Surabaya Tegaskan Populasi Ikan Sapu-sapu Masih Terkendali

Sementara itu, untuk pedagang pasar tumpah yang biasa berjualan di kawasan Jalan Stasiun Wonokromo saat malam hari, telah dipindahkan ke tempat lain seperti Sentra Wisata Kuliner (SWK) dan fasilitas tempat untuk berjualan milik Pemkot lainnya. sb-02/dsy

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru