SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Pemerintah Kota Mojokerto menggencarkan gerakan tanam cabai di tingkat rumah tangga dengan melibatkan ibu-ibu sebagai garda terdepan. Gerakan tersebut bertujuan mendorong kemandirian pangan keluarga sekaligus membantu pengendalian harga bahan pokok.
“Kalau masyarakat bisa menanam sendiri, terutama cabai, maka kebutuhan sehari-hari bisa dipenuhi dari rumah dan tidak selalu bergantung pada pasar,” tutur Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, saat membuka penyuluhan Cabenisasi di Kelurahan Prajuritkulon, Kamis (23/04/2026).
Baca juga: Genjot Pajak Daerah, 105 Tapping Box Dipasang di Hotel dan Restoran Kota Mojokerto
Kegiatan tersebut melibatkan TP PKK, hingga Kader Motivator setempat. Selain diberikan penyuluhan, pada kesempatan ini juga diserahkan secara simbolis bibit cabai beserta perlengkapan tanam.
Menurut Ning Ita, sapaan akrab wali kota, cabai dipilih karena menjadi salah satu komoditas yang kerap memicu inflasi. Dengan gerakan tanam di rumah, diharapkan kebutuhan cabai warga dapat terpenuhi secara mandiri.
Baca juga: Dua Tahun Berturut-turut, Kota Mojokerto Juara Umum Fesyar Regional Jawa
Ia juga menjelaskan, program ini juga menyesuaikan kondisi wilayah perkotaan dengan lahan terbatas. Warga didorong memanfaatkan pekarangan rumah serta menggunakan media tanam dari barang bekas seperti botol dan galon.
Baca juga: Tak Hanya Hidup Sehat, Warga Mojokerto Dibekali Keterampilan Menyelamatkan Nyawa
“Ini sederhana, tapi kalau dilakukan bersama-sama, dampaknya besar. Selain untuk kebutuhan keluarga, juga membantu menjaga stabilitas harga,” kata Ning Ita.
Selain mendukung pengendalian inflasi, kegiatan ini juga terintegrasi dengan program ketahanan pangan, pemanfaatan lahan pekarangan, serta pengelolaan sampah rumah tangga. Pemkot Mojokerto juga berharap gerakan ini dapat berjalan berkelanjutan, dengan masyarakat aktif menanam dan merawat cabai hingga masa panen. dwi
Editor : Redaksi