Pemkot Surabaya Instruksikan Pengalihan Aliran Air Atasi Banjir Kawasan Ketintang, Ditarget Tuntas Oktober 2026

surabayapagi.com
Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya saat menjelaskan skema pengalihan aliran air ke camat dan lurah untuk mengatasi banjir kawasan Ketintang. SP/ SBY

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sebagai langkah strategi mengatasi masalah banjir berulang di kawasan Ketintang, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya telah memberikan instruksi kepada Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya melakukan pengalihan arus air untuk menangani banjir di Kota Pahlawan, yang ditarget tuntas Oktober 2026.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi juga memastikan akan mengevaluasi dengan serius, jika dalam batas waktu pengerjaan itu tidak selesai. Selain itu, pihaknya juga menegaskan bahwa penanganan banjir di Kota Pahlawan tidak bisa dilakukan secara parsial di satu titik, melainkan harus menyentuh akar persoalan di sisi hulu dengan melakukan penataan ulang aliran air (catchment area). 

Baca juga: Kurangi Risiko Banjir, Pemkot Surabaya Normalisasi Bangunan di Kalianak Secara Bertahap

“InsyaAllah Oktober selesai semua. Saya sudah sampaikan kepada Kadis dan Kabid DSDABM, kalau Oktober belum selesai dan ternyata masih banjir, akan ada evaluasi serius. Saya ingin sistem ini jalan, bukan sekadar membangun fisik tanpa perhitungan teknis yang matang,” ujarnya, Jumat (24/04/2026).

Baca juga: Dongkrak Kunjungan Wisatawan, Tata Ulang Kawasan KBS Ditarget Rampung Tahun Ini

Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya menyebut, penanganan banjir di kawasan itu perlu menyentuh 3 kecamatan, Gayungan, Jambangan, dan Wonocolo. Sehingga, Eri juga meminta DSDABM membuat peta digital catchment area atau wilayah tangkapan air yang bisa diakses warga. 

“Selama ini air menumpuk di Margorejo. Saya instruksikan agar aliran air dari arah Karah dan tol dipotong langsung masuk ke Rumah Pompa SWK Karah. Jangan semuanya lari ke Saluran Avur Wonorejo yang lewat Ketintang. Kita ubah mindset-nya. Tidak bisa hanya sekadar keruk-keruk saja tanpa hitungan. Sekarang semuanya harus terkoneksi dan terukur efektifitasnya,” tegasnya.

Baca juga: Banjir Rob Luapan Air Laut Rendam Margomulyo Surabaya, Lalin Sempat Lumpuh Total

Dan untuk menjalankan instruksi Eri, DSDABM akan melakukan pengalihan arus secara signifikan. Skema yang disiapkan adalah menghentikan tumpuan beban air di Avur Wonorejo dengan membuat sodetan langsung ke arah Selatan. Langkah ini diambil karena kapasitas saluran menuju Prapen semakin mengecil di sisi hilir. Pihaknya juga optimis, skema pembagian beban aliran air ini akan berdampak langsung pada beberapa titik rawan genangan, di antaranya kawasan Ketintang PTT, Karah hingga Gayungsari. sb-04/dsy

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru