Pangkas Waktu Lebih Cepat, Petani Trenggalek Pakai Drone Untuk Semprot Sawah

surabayapagi.com
Penampakan para petani di Trenggalek mulai menggunakan drone untuk mengolah sawah lebih cepat. SP/ TRG

SURABAYAPAGI.com, Trenggalek - Penerapan teknologi kini mulai dirasakan di sektor pertanian. Bagaimana tidak, baru-baru ini para petani di Kabupaten Trenggalek mulai menggunakan drone untuk mengolah sawah lebih cepat. Pasalnya, selama ini mereka menyemprot tanaman padi secara manual dan membutuhkan waktu yang lama.

Petani di Desa Karanganom, Kecamatan Durenan, menjadi salah satu kelompok yang mulai merasakan manfaat teknologi tersebut. Kini mereka tidak lagi memikul tangki semprot seberat belasan kilogram sambil menyusuri pematang sawah yang licin. Mereka cukup mengawasi dari tepi sawah, sementara drone terbang otomatis menyemburkan pupuk dan pestisida ke area tanaman.

Baca juga: Di Tengah Musim Kemarau, Seniman Jajar Trenggalek Lestarikan Tradisi Tiban

Diketahui, drone tersebut mampu menyelesaikan penyemprotan lahan seluas 100 ru atau sekitar 1.444 meter persegi hanya dalam waktu 4 hingga 6 menit. Hari itu, tim operator menyemprot lahan bengkok milik Kepala Desa Karanganom seluas sekitar 700 ru atau setara 3 hingga 4 hektare.

Baca juga: Serahkan Langsung ke Petani, Serapan Pupuk Subsidi di Situbondo 81,7 Persen

Senin, salah satu petani setempat mengaku baru pertama kali mencoba teknologi drone di sebagian lahannya. Sementara itu, ia sudah menggunakan metode modern tersebut di petak sawah lainnya sejak musim tanam lalu. “Menggunakan drone ini jauh lebih praktis, murah, dan kami tinggal menonton saja dari pinggir sawah,” ungkapnya, MInggu (19/07/2026).;

Baca juga: Terdampak Kekeringan, Trenggalek Distribusikan 2,5 Juta Liter Air ke 52 Desa

Selain itu, adanya penggunaan drone tidak hanya memangkas waktu kerja, tetapi juga meningkatkan efektivitas penyemprotan karena butiran cairan tersebar lebih rapat dan merata. Dalam satu musim tanam, petani biasanya melakukan penyemprotan dua hingga tiga kali sesuai kondisi tanaman. Tim operator tinggal mengisi tangki drone dengan campuran nutrisi tanaman, fungisida, dan insektisida untuk menjaga pertumbuhan sekaligus melindungi tanaman dari serangan penyakit dan hama. tr-01/dsy

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru