SURABAYAPAGI.com, Trenggalek - Sebagai upaya melestarikan warisan budaya leluhur sekaligus mempererat persaudaraan masyarakat di tengah musim kemarau panjang saat ini, seniman tradisional Desa Jajar, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, menggelar pagelaran seni Tiban setiap Minggu selama Oktober 2026 yang telah rutin digelar sebagai wujud ikhtiar spiritual masyarakat adat untuk memohon kepada Allah SWT agar hujan segera turun.
“Harapannya, seni tradisi yang sudah diwariskan oleh leluhur kita ini lestari. Mudah-mudahan di musim kemarau panjang ini segera diturunkan hujan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa,” jelas Kepala Desa Jajar Imam Mukaryanto Edy, Selasa (13/10/2026).
Ia menjelaskan, pagelaran Tiban akan terus dilaksanakan setiap Minggu hingga hujan turun, selama para pemain dan pengrawit bersedia berpartisipasi. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ruang bagi seniman untuk menjaga keberlangsungan tradisi, tetapi juga memperkuat hubungan sosial antarwarga melalui pertemuan dan interaksi para pelaku seni dari berbagai daerah.
Diketahui, di Desa Jajar dan sejumlah desa di sekitarnya memiliki banyak seniman Tiban. Dan para peserta mengikuti pagelaran secara sukarela tanpa menerima bayaran. Mereka datang atas kemauan sendiri untuk memainkan kesenian yang diwariskan secara turun-temurun sekaligus menjalankan niat dan doa masing-masing.
Kondisi itu menjadikan wilayah Kecamatan Gandusari tersebut sebagai salah satu pusat kegiatan kesenian Tiban di Kabupaten Trenggalek. Pada pelaksanaan pekan sebelumnya, sejumlah peserta dari Tulungagung, Kediri, Blitar, hingga Malang turut hadir untuk mengikuti kegiatan tersebut.
Lebih lanjut, Mbah Ime berharap kegiatan rutin tersebut dapat menjaga keberlangsungan seni Tiban agar tetap dikenal dan diwariskan kepada generasi berikutnya, sekaligus mempertahankan ikatan persaudaraan antarpelaku seni. tr-01/dsy
Editor : Redaksi