Produksi Panen Tebu Malang Diprediksi Turun 35 Persen, Dipicu Musim Kemarau

surabayapagi.com
Ilustrasi. Panen tebu. SP/MLG

SURABAYAPAGI.com, Malang - Minimnya curah hujan membuat petani tebu khawatir hasil panen tahun ini menurun, terutama di wilayah yang masih mengandalkan lahan tadah hujan. Sehingga, musim kemarau mulai mengancam produktivitas perkebunan tebu di Kecamatan KALIPARE, Kabupaten Malang. 

Diketahui, dampak kekeringan paling dirasakan petani di Desa Arjosari, Putukrejo, dan Tambakrejo. Ketiga wilayah tersebut sebelumnya menerima bantuan benih yang ditanam pada Februari 2026 ketika curah hujan masih tinggi. Selain itu, berkurangnya pasokan air membuat pertumbuhan tebu tidak optimal sehingga berpotensi menekan hasil panen.

Baca juga: Mulai 1 Agustus, Mobil Dilarang Lewat Akses Jalan Bendungan Lahor Malang

Rofi'i menjelaskan, dalam kondisi normal satu hektare lahan mampu menghasilkan sekitar 100 ton tebu. Akan tetapi, akibat kekeringan, produksi diperkirakan turun hingga 35 persen sehingga hasil panen hanya berkisar 65–70 ton per hektare. "Penurunan produksi terjadi karena kandungan air pada batang tebu berkurang akibat minimnya curah hujan," ujar Rofi'i, salah seorang petani tebu asal Desa Sukowilangun, Senin (03/08/2026).

Baca juga: Bikin Heboh! Kopdes Merah Putih Gedangan Malang Berdiri di Seberang Sungai

Untuk menyelamatkan tanaman, para petani harus melakukan penyiraman secara mandiri dengan membeli air. Langkah tersebut dinilai cukup memberatkan karena membutuhkan biaya besar.

Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Malang, Avicenna Medisic Sani Putera, mengatakan secara umum kondisi jaringan irigasi di Kabupaten Malang masih relatif aman. Meski demikian, pihaknya tetap mengantisipasi puncak musim kemarau yang diperkirakan terjadi sepanjang Agustus. Fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan petani yang mengalami kesulitan memperoleh pasokan air.

Baca juga: Peternak Telur Puyuh Meringis, Harga Merosot hingga Rp18 Ribu per Kilogram

Selanjutnya, bantuan akan disalurkan melalui koordinasi lintas instansi agar kebutuhan air untuk lahan pertanian dapat segera terpenuhi. Dengan langkah tersebut, pemerintah berharap dampak musim kemarau terhadap produktivitas tebu di Kabupaten Malang dapat ditekan sehingga hasil panen petani tidak mengalami penurunan yang lebih besar. ml-02/dsy

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru