SURABAYAPAGI.com, Malang - Sebagai upaya untuk meningkatkan produksi garam, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang, menyatakan penerapan sistem tunnel. Sehingga, melalui sistem tersebut keberlangsungan produksi relatif tidak lagi bergantung pada musim tapi dapat berlangsung sepanjang tahun.
"Dengan menggunakan sistem tunnel, maka memungkinkan proses produksi garam dapat dilakukan sepanjang tahun, baik pada musim kemarau maupun hujan. Untuk jumlah produksi sepanjang 2026 atau selama periode Januari-Agustus 2026 mencapai 45.038,25 kilogram dan sepanjang 2025 16.072,88 kilogram," jelas Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Malang Victor Sembiring, Kamis (17/09/2026).
Berdasarkan data Dinas Perikanan Kabupaten Malang, dari total 45.038,25 kilogram produksi garam wilayah setempat, kawasan Pantai Modangan, Desa Sumberoto, Kecamatan Donomulyo menjadi lokasi dengan jumlah produksi tertinggi dengan total 39.586,90 kilogram. Sehingga, produksi garam pada tahun ini ditargetkan mampu mencapai 60 ribu kilogram.
Victor menyampaikan pihaknya terus berupaya meningkatkan dan menjaga kesiapan kondisi seluruh alat produksi, khususnya memastikan kondisi seluruh bagian tunnel tak mengalami kebocoran. "Lalu menyangkut kondisi genset yang prima karena untuk mengambil air laut dan sarana pendukung lainnya yang juga harus berfungsi optimal," ucapnya.
Kemudian sebagai langkah jangka panjang, pihaknya sedang mempersiapkan skema pengembangan produk olahan berbahan baku garam melalui hilirisasi, seperti untuk konsumsi, bahan baku industri makan dan minuman serta farmasi. Sebab, saat ini komoditas dari hasil produksi lewat sistem tunnel itu berbentuk krosok yang masih dimanfaatkan untuk kebutuhan penggaraman ikan dan kebutuhan ternak.
Perlu diketahui, sistem tunnel garam adalah metode modern pembuatan garam dengan menggunakan wadah penampungan beratap plastik melengkung seperti terowongan (tunnel) dan beralaskan geomembran. ml-01/dsy
Editor : Redaksi