Lewat Pengembangan Ekowisata Mangrove, Pemkot Probolinggo Dongkrak Ekonomi Daerah

surabayapagi.com
Wali kota Probolinggo Aminuddin meninjau track mangrove saat bersepeda dengan konsep Bakau to Bakau. SP/ PRB

SURABAYAPAGI.com, Probolinggo - Sebagai upaya dalam mendongkrak ekonomi masyarakat sekitar, Pemerintah Kota (Pemkot) Probolinggo Aminuddin berencana untuk mengembangkan ekowisata mangrove yang ada di dua kecamatan di Kota Probolinggo. Nantinya, jalur tersebut tidak hanya dapat dimanfaatkan sebagai lintasan bersepeda, tetapi juga berpotensi menjadi kawasan untuk joging, jalan, rute napak tilas maupun aktivitas alam lainnya.

"Kami telah meninjau sekaligus mencoba track baru yakni Bakau to Bakau yakni dari sebelah timur hutan bakau Kelurahan Ketapang hingga bakau di Pantai Permata, jaraknya sekitar 5 kilometer," ujar Wali Kota Probolinggo Aminuddin, Senin (14/09/2026).

Baca juga: Tata Ruang Publik, Pemkot Probolinggo Bangun 30 Titik Videotron Gantikan Baliho

Ia berharap hal itu tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar. "Konsep pembangunan akan diarahkan melalui padat karya dengan melibatkan masyarakat Kelurahan Pilang, termasuk Kelompok masyarakat (pokmas) dan kelompok sadar wisata (pokdarwis).

Baca juga: Gandeng Pakar Jepang, Pemkot Probolinggo Perkuat Pembelajaran Matematika dan TIK

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Probolinggo Fitriawati mengatakan kawasan mangrove memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata baru yang mengedepankan potensi lingkungan sekaligus melibatkan masyarakat, dengan pengembangan dilakukan secara bertahap dengan tetap memperhatikan potensi kawasan serta keterlibatan masyarakat.

Baca juga: Tanam 10.000 Mangrove di Randuboto, Pemkab Gresik dan PT Smelting Bidik Pesisir Tahan Abrasi hingga Ekonomi Warga

Melalui konsep Bakau to Bakau, Pemkot Probolinggo berupaya menyatukan potensi ekowisata mangrove, aktivitas olahraga, ruang rekreasi, serta pemberdayaan masyarakat dalam satu kawasan yang dapat menjadi ikon wisata pesisir baru di Kota Probolinggo. "Kami berharap pengembangan kawasan mangrove dapat membuka ruang bagi masyarakat sekitar untuk terlibat dalam pengelolaan, penyediaan layanan wisata, hingga pengembangan usaha ekonomi lokal," ujarnya. pr-01/dsy

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru