SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Pemerintah Kota Mojokerto terus melakukan evaluasi terhadap pemanfaatan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun 2026 guna memastikan program yang dijalankan benar-benar memberikan dampak bagi pengentasan pengangguran.
Salah satunya melalui kegiatan Pelatihan Berbasis Kompetensi bagi Pencari Kerja Tahap II Tahun 2026 di UPT Balai Latihan Kerja (BLK) Mojokerto, Selasa (22/9/2026).
Baca juga: Peringatan HUT ke-81 PMI, Pemkot Mojokerto Apresiasi 23 Pendonor Darah Sukarela 75 Kali
Pelatihan diikuti 80 peserta dengan lima kejuruan, yakni pemasaran digital, teknisi AC residensial, pembuatan batik tulis, pemasangan instalasi listrik bangunan sederhana, dan administrasi perkantoran.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, Wawali Rachman Sidharta Arisandi, Kasat Reskrim Polresta Mojokerto, Kasi Datun Kejari Kota Mojokerto, Kepala UPT BLK Mojokerto, Asisten Pemerintahan dan Kesra, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Kabag Kesra serta Kabag Perekonomian dan SDA Winda Kurnia Hardiyanti.
Dalam arahannya, Wali Kota yang akrab disapa Ning Ita menegaskan bahwa pelatihan tersebut tidak sekadar memberikan keterampilan dan sertifikat kepada peserta.
Lebih dari itu, kompetensi yang diperoleh diharapkan dapat dimanfaatkan untuk membuka peluang kerja maupun meningkatkan kemandirian ekonomi.
“Yang ingin kita capai bukan sekadar saudara-saudara mengikuti pelatihan dan mendapatkan sertifikat. Yang lebih penting, keterampilan ini bisa menjadi bekal untuk bekerja, berwirausaha, dan menghasilkan secara ekonomi,” tutur Ning Ita.
Baca juga: Penyatuan Data Penduduk Diperkuat, Pemkot Mojokerto Dorong Kebijakan dan Pelayanan Berbasis Data
Menurut ning ita, peluang meningkatkan kesejahteraan tidak selalu harus ditempuh dengan menjadi pekerja. Keterampilan yang dimiliki juga dapat dikembangkan menjadi usaha mandiri maupun menciptakan lapangan pekerjaan.
Ning Ita juga mengajak generasi muda untuk memanfaatkan perkembangan teknologi dan media sosial secara produktif. Menurutnya, kemajuan teknologi dapat menjadi sarana untuk mengembangkan kemampuan sekaligus membuka peluang ekonomi.
“Manfaatkan teknologi dan media sosial untuk hal-hal yang produktif. Jadikan kemampuan yang dimiliki sebagai peluang untuk menghasilkan sesuatu yang bernilai secara ekonomi,” pesannya.
Baca juga: Dukung SDGs Indonesia, Kota Mojokerto Perkuat Pemenuhan Data I-SIM
Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kota Mojokerto, Rahmi Widjajati menyampaikan, pelatihan ini ditujukan untuk meningkatkan keterampilan pencari kerja sesuai kebutuhan dunia kerja sekaligus menekan angka pengangguran.
"Kegiatan ini hasil kolaborasi Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam sebagai Koordinator DBHCHT Kota Mojokerto dan Bagian Kesra sebagai pelaksana tekhnis kegiatan," ungkapnya.
Tahap II diikuti 80 peserta dalam lima kejuruan, masing-masing 16 peserta, termasuk tiga penyandang disabilitas. Kegiatan bekerja sama dengan UPT BLK Mojokerto dan dibiayai melalui DBHCHT Tahun Anggaran 2026, dengan seluruh peserta mendapatkan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan. dwi
Editor : Redaksi