​Trump, Akui Stafnya Bicara Sangat Produktif dengan Delegasi Iran

surabayapagi.com

SURABAYAPAGI.com, New York - Para pejabat AS dan Iran telah melakukan pembicaraan yang “produktif ” di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Hal itu disampaikannya setelah sempat mengancam akan memusnahkan Iran jika negara itu tidak menyepakati perjanjian untuk mengakhiri perang.

​“Mereka mengadakan pertemuan yang sangat baik, pertemuan yang sangat produktif,” ujar Trump dilansir AFP, Rabu (23/9/2026).

Baca juga: Trump Ajak Makan Jinping, Dibarengi Orang Terkaya

​Trump menyebut bahwa pertemuan di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB di New York itu berlangsung selama sekitar tiga jam. Dia membeberkan rencana pertemuan selanjutnya dijadwalkan untuk berlangsung dalam waktu dekat.

​“Mereka dijadwalkan akan mengadakan pertemuan lagi dalam waktu dekat.”

​Trump sebelumnya mengatakan dia harus mengambil keputusan besar terkait Iran. Ia menggambarkannya sebagai pilihan antara mencapai kesepakatan atau menghancurkan Iran.

Baca juga: Trump, Ancam akan Mem-Venezuelakan Iran

​“Akankah kesepakatan dicapai dengan Iran yang memungkinkan mereka bangkit kembali dan membangun negara yang jauh lebih hebat daripada sebelumnya-mungkin salah satu yang terhebat di Timur Tengah atau bahkan di dunia?” tanya Trump, dilansir CNN, Rabu (23/9).

​“Atau haruskah saya menghancurkan Republik Islam itu dengan cepat, tanpa pernah memberi mereka kesempatan untuk membunuh serta menghancurkan orang dan negara lagi?” tanya Trump lagi.

​Hal itu disampaikan Trump saat berpidato di hadapan Majelis Umum PBB. Trump juga mengancam akan mencampakkan Iran ke neraka tanpa peluang untuk selamat.

Baca juga: TRUMP INGIN PIMPIN CHINA DALAM AI

​“Haruskah saya mencampakkan mereka ke neraka tanpa peluang untuk bertahan hidup dan tanpa harapan akan kejayaan atau kelangsungan generasi di masa depan?” tanya Trump lagi.

​Trump meyakini kesepakatan akan mencapai setelah pemilu umum sela AS pada bulan November. Trump mengisyaratkan saat ini Teheran sedang menunda langkah. afp,wh, int

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru