Lewat Gerakan Selamatkan Pangan, Pemkot Probolinggo Komitmen Tekan Pemborosan

surabayapagi.com
Wali kota Probolinggo Aminuddin bersama Wakil Wali kota Ina Dwi Lestari saat menghadiri kegiatan edukasi Gerakan Selamatkan Pangan di Puri Manggala Bhakti Kota Probolinggo. SP/ PRB

SURABAYAPAGI.com, Probolinggo - Melalui Gerakan Selamatkan Pangan Pemerintah Kota (Pemkot) Probolinggo, berusaha menekan pemborosan yang yang digelar Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP). Pasalnya, pangan merupakan kebutuhan dasar manusia yang harus diperlakukan sebagai sesuatu yang bernilai dan dihargai. 

Namun, pangan yang sebenarnya masih layak konsumsi masih kerap terbuang dan menjadi food waste. Kondisi tersebut tidak hanya menyebabkan hilangnya nilai ekonomi, tetapi juga berdampak terhadap lingkungan serta menambah beban pengelolaan sampah.

Baca juga: Perkuat Ketahanan Pangan, Pemkab Kediri Gencarkan Penanaman Jagung

"Gerakan Selamatkan Pangan bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan untuk mengurangi pemborosan, susut dan sisa pangan. Gerakan itu mendorong masyarakat untuk lebih bijak dalam mengonsumsi dan mengelola pangan, sekaligus memperkuat keterlibatan masyarakat dan pelaku usaha. Kolaborasi menjadi bagian penting dalam mendukung ketahanan pangan dan penerapan ekonomi sirkular di Kota Probolinggo," kata Kepala DKPPP Kota Probolinggo Fitriawati, Minggu (27/09/2026).

Baca juga: Dukung KNMP Randuputih, Pemkab Probolinggo Siapkan Sejumlah Infrastruktur

Sementara Wali Kota Probolinggo Aminuddin mengatakan upaya menjaga pangan harus dilakukan sejak proses penyediaan bahan, pengolahan hingga distribusi. Hal tersebut termasuk memastikan keamanan pangan pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Lebih lanjut, pihaknya menjelaskan pangan yang terbuang bukan hanya kehilangan nilai ekonomi. Ketika menjadi sampah, pangan juga memberikan dampak terhadap lingkungan dan menambah beban pengelolaan sampah.

Baca juga: Usai Pengobatan Penderita Kusta, Pemkab Probolinggo Beri Bansos Usaha Produktif

"Kami mengajak masyarakat memaknai gerakan tersebut sebagai perubahan cara memperlakukan pangan, mulai dari membeli, menyediakan, mengolah, mengonsumsi hingga menyelamatkan pangan yang masih layak konsumsi. Mari jadikan kegiatan itu sebagai awal dari langkah bersama untuk mewujudkan Kota Probolinggo yang semakin bijak dalam mengelola pangan, peduli terhadap lingkungan, dan kuat dalam kolaborasi,” tuturnya. pr-02/dsy

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru