Tegaskan Masih Uji Lab, Bantuan Seragam Gratis di Lumajang Molor Hingga Oktober 2026

surabayapagi.com
Ilustrasi. Pembagian seragam sekolah gratis. SP/ LMJ

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Lumajang menegaskan adanya keterlambatan distribusi seragam gratis bagi siswa baru di Kabupaten hingga pertengahan semester lantaran masih dalam tahap uji laboratorium.

“Saat ini masih tahap uji laboratorium, setelah uji lab selesai dan penilaian tim ahli sesuai, akan kita jadwalkan distribusi di bulan Oktober,” ujar Kepala Dindikbud Kabupaten Lumajang, Patria, Kamis (01/10/2026).

Baca juga: Pemkot Malang Salurkan Bantuan Seragam Sekolah Pelajar Prasejahtera SD dan SMP

Pernyataan itu justru menimbulkan kejanggalan baru. Pasalnya, saat ditanya soal kendala pengadaan, Patria menyebut proses harus menunggu data siswa baru selesai. Patria mengakui ada dua opsi yang selama ini menjadi dilema di tubuh Dindik. “Belum, memang ada 2 opsi: 1. Menunggu data siswa SPMB fix berarti pengadaan sedikit terlambat. 2. Pengadaan mendahului, dengan data siswa sasaran masih estimasi,” kilahnya.

Baca juga: Pemkot Malang Siapkan Seragam Gratis ke 4 Ribu Siswa SD dan SMP Negeri

Dan hingga akhir September 2026, siswa penerima manfaat belum menerima seragam gratis tersebut. Bahkan, mayoritas siswa baru sudah terlanjur membeli seragam sendiri di pasaran. Kondisi ini membuat relevansi bantuan seragam gratis yang baru akan dibagikan pada Oktober 2026 dipertanyakan.

Perlu diketahui, pengadaan melalui e-Purchasing pada e-Katalog Versi 6, sekaligus memberikan kesempatan kepada pelaku usaha untuk menayangkan produk yang memenuhi spesifikasi teknis yang telah ditetapkan. Paket pengadaan tersebut memiliki pagu anggaran sebesar Rp4.754.342.906,88 yang bersumber dari APBD Kabupaten Lumajang Tahun Anggaran 2026. 

Baca juga: Efisiensi Anggaran, Pemkot Malang Fokus Bagikan Seragam Gratis Pelajar SD-SMP yang Tak Mampu

Pengadaan meliputi penyediaan kain seragam untuk siswa SD dan SMP, terdiri atas kain seragam putih-merah, pramuka, putih-biru, serta pramuka SMP. Meski demikian, Dindikbud Lumajang melalui kepala bidang sarana dan prasarana belum menjelaskan secara rinci laboratorium mana yang melakukan uji, kapan sampel dikirim. lj-01/dsy

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru