SURABAYAPAGI.com, Surabaya – DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) kota Surabaya menggelar Sarasehan Politik yang di hadiri Ketua Umum DPP PPP Muhammad Mardiono. Hal ini sebagai bagian dari upaya memperkuat konsolidasi internal sekaligus membangun pemahaman bersama. Sarasehan tersebut menjadi ruang bagi kader, pengurus dan tokoh partai.
Ketua Umum DPP PPP Muhammad Mardiono menjelaskan sarasehan memperkuat konsolidasi internal dan struktur organisasi hingga tingkat akar rumput sebagai bagian dari persiapan menghadapi kontestasi politik mendatang.
Baca juga: Perlinsos Digital Jangkau Lebih dari 1 Juta KK di Surabaya, Data Warga Terus Dimutakhirkan
"Penguatan struktur tersebut menjadi salah satu poin penting dalam sarasehan dan diskusi politik internal PPP yang digelar di Surabaya.
Dalam kegiatan tersebut, jajaran pengurus menekankan pentingnya seluruh kader PPP, mulai dari tingkat DPW, DPC, PAC hingga ranting, untuk aktif menjalankan fungsi politik di tengah masyarakat," ungkap Mardiono (4/10).
Politisi yang juga menjadi tafsus Presiden Bidang Ketahanan Pangan menegaskan seluruh kader, baik dari DPW, DPC, PAC sampai ranting harus berperan aktif. "Kita harus hadir menjawab berbagai persoalan masyarakat, mulai dari soal kedaulatan pangan, demokrasi sampai persoalan korupsi,” tegasnya.
Mardiono melanjutkan penguatan organisasi juga diarahkan pada pembentukan struktur partai yang solid hingga tingkat paling bawah. Di Surabaya, PPP menargetkan kepengurusan dapat terbentuk di seluruh kecamatan dan kelurahan.
Dari 33 kecamatan yang ada di Kota Surabaya, PPP menargetkan sedikitnya 31 kecamatan memiliki kepengurusan aktif. Struktur tersebut kemudian diperkuat hingga 153 kelurahan dan diteruskan dengan pembentukan ranting.
Menurutnya, keberadaan struktur hingga tingkat grassroot menjadi modal penting bagi partai untuk mengikuti kontestasi politik. Sebab, kompetisi politik tidak boleh hanya menjadi ruang bagi elite partai.
“Kalau kita ikut berkontestasi tetapi yang berkontestasi tidak ada di tingkat bawah, bagaimana? Jangan sampai hanya para elite saja. Mulai dari grassroot sampai elite harus ikut berkontestasi,” ujarnya.
PPP juga melihat peningkatan perolehan suara pada Pemilu 2024 sebagai indikator bahwa kepercayaan masyarakat terhadap partai mulai tumbuh. Kondisi tersebut dinilai harus dijawab dengan peningkatan pelayanan dan kehadiran kader di tengah masyarakat.
“Pelayanan bukan berarti sekadar memberi. Yang paling penting adalah memberikan solusi dan mencarikan jalan keluar terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat,” katanya.
Kader yang berada di tingkat kelurahan, RT/RW hingga kecamatan juga didorong untuk menjalankan peran tersebut. Mereka dinilai memiliki kedekatan langsung dengan masyarakat sehingga dapat mengetahui persoalan yang terjadi sekaligus ikut mencari solusinya.
PPP menilai para kader yang bergabung dalam struktur partai merupakan tokoh-tokoh politik di lingkungan masing-masing. Karena itu, keberadaan mereka diharapkan tidak hanya berfungsi untuk kepentingan elektoral, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Baca juga: Perusahaan Penyalur ART di Gunung Anyar, Surabaya, “Peras” Rp3,5 Juta
Dari sisi elektoral, PPP Surabaya juga mulai memasang target untuk meningkatkan keterwakilan politiknya. Dengan lima daerah pemilihan (dapil) di Surabaya, partai berharap seluruh dapil dapat terisi dengan kader yang mampu memenangkan kontestasi.
“Kalau ada lima dapil, minimal satu dapil harus terisi. Mudah-mudahan bisa ada yang terisi dua. Insyaallah,” ujarnya.
Soliditas kepengurusan dinilai menjadi salah satu kunci untuk mencapai target tersebut. Struktur partai yang lengkap hingga tingkat akar rumput diyakini akan berbanding lurus dengan kekuatan elektoral.
PPP juga menegaskan bahwa penguatan struktur bukan sekadar formalitas organisasi. Kepengurusan harus dibuktikan melalui kerja nyata di lapangan.
“Bukti kepengurusan yang baik dan pengurus yang bekerja adalah kerja elektoral. Kalau struktur penuh sampai tingkat grassroot dan benar-benar bekerja, itu menjadi kekuatan partai,” tegasnya.
Ketua DPC PPP Kota Surabaya Muhaimin dalam sambutanya menegasakan bahwa seluruh pengurus PPP kota Surasya dan PAC hingga ke rating siap mengawal sekaligus dapat mengantarkan PPP ke Senayan.
Baca juga: Pagar Mall dan SLF Disorot, DPRD Desak Audit Fisik Bangunan di Surabaya
" Kami siap diverifikasi dan kami siap mengatarkan PPP kesanayan dan PPP siap memiliki fraksi sendiri dengan menambah kursi di DPRD kota Surabaya," ungkap Muhaimin, dalam acara Sarasehan Politik, minggu (4/10)
Muhaimin menerangkan dalam perolehan suara DPC kota Surabaya optimisi dapat menambah kursi di DPRD Kota Surabaya dari 3 kursi menjadi 6 samapi 7 kursi di DPRD kota Surabaya.
Dari 300 lebih pengurus yang terbentuk mulai dari DPC, PAC, ranting dan anak ranting hingga majelisi yang dimiliki DPC PPP Surabaya mampu meraup suara masyarakat kurang lebih 150 ribu suara.
"Saya tegaskan untuk mencari 500 orang setiap satu orang pengurus. Dan dari suara itu setidaknya sudah mendapatkan 150 ribu suara lebih. Dari pendapatan suara ini saya yakin bisa mengantarkan dan mengawal PPP ke Senayan," terang Muhaimin.
Melalui forum tersebut Anggota DPRD Kota Surabaya ini berharap komunikasi antara pengurus, kader dan masyarakat semakin terbuka. Dengan konsolidasi yang kuat, partai diharapkan mampu membangun kembali kepercayaan publik
"Selain memelili fraksi sendiri d DPRD Surabaya. Saya targetkan anggota Dewan juga harus siap mencari suara untuk partai dan anggota DPR RI mensuarakan dan memperjuangkan suara rakyat di Senayan," pungkas Muhaimin. Alq
Editor : Redaksi