Tanggap Bencana, Pemkab Bangkalan Perkuat Mitigasi di Berbagai Objek Wisata

surabayapagi.com
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangkalan Muh Zainul Qomar. SP/BNG

SURABAYAPAGI.com, Bangkalan - Melihat maraknya bencana alam di Indonesia, membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan, mulai memperkuat program mitigasi bencana di berbagai objek wisata di wilayah itu dengan memberikan pendidikan melek bencana kepada kelompok sadar wisata, sebagai upaya untuk meningkatkan keselamatan pengunjung, sekaligus bentuk dukungan terhadap program pengembangan objek wisata. 

"Sebab, wisata yang baik bukan hanya menarik untuk dikunjungi, tetapi juga memberikan rasa aman dan nyaman kepada setiap orang yang datang," ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangkalan Muh Zainul Qomar, Senin (05/10/2026).

Baca juga: Beri Nilai Tambah Ekonomi, Pemkab Bangkalan Usulkan 466 Sumur Gas Jadi Sumur Rakyat

Oleh karena itu, aspek kebencanaan tidak boleh ditempatkan sebagai pelengkap, melainkan harus menjadi bagian dari tata kelola destinasi wisata sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaannya. Pasalnya, setiap destinasi memiliki karakteristik risiko yang berbeda yang harus diperhatikan oleh pengelola objek wisata, yakni kelompok sadar wisata (Pokdarwis).

"Karena itu, program melek bencana bagi pengelola objek wisata kami lakukan, dan ini merupakan bentuk implementasi dari program 'B-TOURSAFE' (Bangkalan Tourism Safety and Resilience Framework), yakni sebuah kerangka tata kelola untuk mewujudkan destinasi wisata yang tangguh terhadap bencana," ungkapnya.

Baca juga: Kekeringan Meluas, Pemkab Bangkalan Perpanjang Status Darurat Krisis Air Bersih

Menurut Kepala BPBD Muh Zainul Qomar, pendekatan B-TOURSAFE tidak hanya berorientasi pada penanganan ketika bencana terjadi, tetapi lebih menekankan pada pencegahan, mitigasi, kesiapsiagaan, respons, hingga evaluasi.

Melalui program ini BPBD mendorong adanya pemetaan risiko pada destinasi wisata, penyusunan standar operasional prosedur (SOP) keselamatan dan kedaruratan, penyediaan rambu serta jalur evakuasi, titik kumpul, sistem informasi risiko, hingga pelaksanaan edukasi, pelatihan dan simulasi secara berkala.

Baca juga: Tekan Angka Pengangguran, Pemkab Bangkalan Targetkan Pekerja Lokal Terserap Industrialisasi

Melalui program tersebut diharapkan pengembangan pariwisata di Kabupaten Bangkalan tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan daya tarik dan kunjungan wisatawan, akan tetapi sekaligus membangun destinasi yang memiliki kemampuan menghadapi berbagai potensi risiko. bg-01/dsy

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru