Lumajang Salurkan 210 Ribu Liter Air Bersih ke 6 Kecamatan Terdampak Kekeringan

surabayapagi.com
Warga di Desa Bedayu Talang mendapat bantuan air bersih dari BPBD Lumajang saat musim kemarau. SP/LMJ

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Musim kemarau panjang mengakibatkan sejumlah wilayah mengalami kekeringan ekstrem hingga krisis air bersih, salah satunya yang melanda belasan desa yang tersebar di enam kecamatan di Kabupaten Lumajang. Ketika sumber air mulai mengering dan saluran air tak lagi mengalir, bantuan air bersih menjadi penopang kebutuhan sehari-hari warga.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang menyalurkan air bersih ke 18 desa yang tersebar di enam kecamatan yang mengalami krisis air bersih yakni Kecamatan Ranuyoso, Klakah, Kedungjajang, Padang, Gucialit, dan Senduro dengan jumlah warga yang terdampak mencapai 19 ribu jiwa.

Baca juga: Kekeringan hingga Krisis Air Bersih, Warga di Jombang Rela Ambil Air Irigasi

"Setiap hari kami mendistribusikan 210 ribu liter air dengan menggunakan tujuh armada berkapasitas 5.000 liter,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Lumajang Yudhi Cahyono, Minggu (11/10/2026).

Baca juga: Hadapi Ancaman Kekeringan, Pemkab Bondowoso Pastikan 74 Irpom Berfungsi bagi Petani

Ia mengatakan distribusi air bersih terus dilakukan secara rutin ke wilayah yang mengalami kekurangan air dan penyaluran tersebut didukung armada tangki serta keterlibatan sejumlah instansi dan relawan untuk memperluas jangkauan layanan kepada masyarakat terdampak.

Distribusi air bersih menjadi salah satu langkah pemerintah daerah untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar warga selama musim kemarau. Penyaluran dilakukan dengan memperhatikan kondisi dan kebutuhan masing-masing wilayah, disertai koordinasi lintas sektor agar dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

Baca juga: Terdampak Kekeringan, Pemkab Kediri Salurkan 15.000 Liter Air Bersih ke Desa Surat

Bagi mereka, bantuan ini menjadi penting ketika sumber air setempat mengering dan persediaan air hujan semakin menipis. Salah seorang warga, Rifha mengatakan kondisi musim kemarau membuat sumber mata air berkurang dan saluran air warga tidak lagi mengalir. Namun, dengan adanya distribusi air bersih ini, dirinya bersyukur karena dapat memenuhi kebutuhan harian di tengah musim kemarau. lj-02/dsy

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru