Alami Krisis Kekeringan, Ngawi Optimalkan Distribusi Air Bersih ke 4.403 Warga

surabayapagi.com
Sejumlah warga Dusun Gagan dan Dusun Bareng, Desa Kenongorejo, Kecamatan Bringin, Kabupaten Ngawi. SP/ NGW

SURABAYAPAGI.com, Ngawi - Menindaklanjuti meluasnya dampak kekeringan ekstrem selama musim kemarau panjang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ngawi, terus mengoptimalkan distribusi air bersih ke 4.403 warga yang terdampak untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kekeringan terjadi setelah sejumlah wilayah tidak mendapat hujan dalam waktu lama. Kondisi tersebut menyebabkan sumur-sumur warga kehilangan sumber air hingga mengering. Sedangkan untuk ribuan warga terdampak kekeringan tersebut terdapat di 28 dusun yang ada di 21 desa dan tujuh kecamatan pada September-Oktober. 

Baca juga: Musim Kemarau Panjang, Pemkab Tulungagung Dropping 25 Ribu Liter Air Bersih

Sejumlah wilayah terdampak tersebut di antaranya di Desa Cantel, Kecamatan Pitu; Desa Kerek, Kecamatan Ngawi; Dusun Gagan dan Dusun Bareng, Desa Kenongorejo, Kecamatan Bringin; Dusun Jatisuwak, Desa Suruh, Kecamatan Bringin; dan masih banyak lainnya. Selain Kecamatan Pitu dan Bringin, daerah lain yang mengalami kesulitan air bersih ada di sejumlah dusun di Kecamatan Kasreman dan Karanganyar. 

Baca juga: Kemarau Panjang, Ribuan Warga di di 7 Kecamatan Ngawi Terdampak Kekeringan

BPBD bersama pihak terkait terus mengupayakan distribusi air ke wilayah terdampak selama kemarau berlangsung. "Bersama berbagai pihak terkait, kami terus mengoptimalkan pengiriman air bersih kepada warga terdampak secara rutin selama musim kemarau ini," ungkap Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Ngawi Yudha Herlambang, Selasa (13/10/2026).

Baca juga: Lumajang Salurkan 210 Ribu Liter Air Bersih ke 6 Kecamatan Terdampak Kekeringan

Guna menghadapi permintaan bantuan distribusi air bersih, BPBD Ngawi telah menyiagakan sejumlah armada truk tangki air bersih dan tandon. Oleh karenanya, BPBD Ngawi juga berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Jawa Timur dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait lainnya dalam upaya penanganan bencana kekeringan pada Kemarau tahun 2026, terutama untuk bantuan air bersih. ng-01/dsy

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru