SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Ketua DPRD Jawa Timur Musyafak Rouf menegaskan pertumbuhan ekonomi harus berjalan seiring dengan pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Pembangunan Jawa Timur tidak cukup diukur dari capaian angka pertumbuhan, tetapi juga dari manfaat nyata yang dirasakan seluruh lapisan masyarakat. Pesan tersebut disampaikan Musyafak dalam sambutannya pada Sidang Paripurna Istimewa DPRD Jawa Timur dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur, Senin (12/10/2026). Mengusung tema “Jawa Timur Unggul, Maju Berkelanjutan”, Musyafak menilai momentum hari jadi provinsi harus menjadi ruang refleksi untuk mengevaluasi capaian pembangunan sekaligus memperkuat komitmen menghadapi tantangan ke depan. Menurutnya, Jawa Timur memiliki posisi strategis sebagai salah satu penopang perekonomian nasional sekaligus ketahanan pangan Indonesia. Potensi sektor pertanian, kelautan, industri, perdagangan, pariwisata, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) perlu dikelola secara profesional, transparan, dan berkeadilan.
“Pertumbuhan ekonomi harus dibarengi pemerataan pembangunan di seluruh wilayah. Kebijakan dan anggaran daerah harus membuka lapangan kerja, meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan, mengurangi kemiskinan, serta menjamin kesejahteraan petani dan nelayan,” demikian penegasan Musyafak dalam sambutannya di depan Gubernur Khofifah Indar Parawansa, Wagub Emil Dardak, serta Menteri Pertanian Amran Sulaiman. Ia menekankan, pembangunan berkelanjutan tidak boleh hanya berorientasi pada pencapaian jangka pendek. Pemerintah daerah juga harus menjaga keseimbangan lingkungan dan memastikan kesejahteraan generasi mendatang. Musyafak menyatakan DPRD Jawa Timur berkomitmen mengoptimalkan tiga fungsi utama lembaga legislatif, yakni pembentukan peraturan daerah, penganggaran, dan pengawasan. Dalam fungsi legislasi, DPRD didorong menghasilkan regulasi daerah yang berkualitas, responsif, memiliki kepastian hukum, serta berpihak pada kepentingan rakyat. Sementara dalam fungsi penganggaran, DPRD memastikan alokasi APBD disusun berdasarkan prioritas kebutuhan masyarakat dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan.
Baca juga: Khofifah Apresiasi Program Baznas Jatim, Bantuan Guru dan Perlindungan Pekerja Informal Diperluas
Adapun fungsi pengawasan diarahkan untuk mengawal pelaksanaan program pemerintah agar berjalan sesuai aturan, tepat sasaran, efisien, akuntabel, dan transparan. Menurut Musyafak, sinergi antara DPRD dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur menjadi salah satu kunci keberhasilan pembangunan daerah. Kemitraan tersebut harus dibangun melalui keterbukaan, saling menghormati kewenangan, dan kesamaan tujuan untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik. Menutup sambutannya, Musyafak menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi bagi kemajuan Jawa Timur. Ia berharap semangat Hari Jadi ke-81 menjadi dorongan untuk memperkuat kolaborasi dan mewujudkan pembangunan yang semakin merata serta berkelanjutan. “Dirgahayu ke-81 Provinsi Jawa Timur! Jawa Timur Unggul, Maju Berkelanjutan!” pungkas politisi asli Surabaya ini. rko/adv
Baca juga: Menyambung Hidup Ratusan UMKM: Cerita di Balik Rak Oleh-Oleh Bu Rudy
Editor : Redaksi