Dinkes Tulungagung Pantau Perkembangan Kasus DBD Melonjak saat Kemarau

surabayapagi.com
Petugas melakukan pengasapan di lingkungan permukiman penduduk yang ditemukan kasus DBD di Tulungagung. SP/ TLG

SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Sepanjang Januari-September 2026, termasuk sepanjang kemarau terjadi peningkatan kasus demam berdarah dengue (DBD), sehingga Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tulungagung terus memantau perkembangan kasus penyakit tersebut lantaran telah mengakibatkan sebanyak dua pasien meninggal dunia. 

"Sesuai data kami, pada tiga bulan terakhir kami masih mencatat adanya kasus DBD meski sudah musim kemarau," ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Tulungagung dr Aris Setiawan, Senin (19/10/2026).

Baca juga: Ancaman Kasus DBD di Tengah Musim Kemarau, Dua Warga di Tulungagung Meninggal Dunia

Berdasarkan informasi, ditemukannya pasien yang meninggal akibat DBD lantaran keterlambatan penanganan saat dibawa ke fasilitas pelayanan kesehatan, sehingga tidak segera mendapatkan penanganan medis. Kedua pasien tersebut merupakan warga Kecamatan Boyolangu dan Gondang.

"Pasien terlambat dibawa ke layanan kesehatan, jadi bukan penanganan medis yang terlambat," ujarnya.

Baca juga: Lewat Program ACT, Dinkes Tulungagung Perkuat Layanan Kesehatan Jiwa

Sehingga, untuk menekan risiko penularan dan mencegah bertambah korban, Dinas Kesehatan mengimbau masyarakat mengoptimalkan pemberantasan sarang nyamuk (PSN), antara lain dengan menguras tempat penampungan air, menutup wadah air, serta mendaur ulang atau menyingkirkan barang bekas yang berpotensi menampung air.

Lebih lanjut, masyarakat juga diminta menjaga kebugaran dengan beristirahat cukup, mengonsumsi air putih dan makanan bergizi, serta berolahraga secara teratur.

Baca juga: Dinkes Tulungagung Evaluasi SPPG Pakisrejo Terkait Dugaan Keracunan MBG

Aris mengingatkan warga agar segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami demam yang tidak kunjung membaik, terutama jika disertai gejala yang mengkhawatirkan. tl-01/dsy

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru