SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Sebagai upaya dalam memperkuat pembentukan akhlak peserta didik di tengah beragam tantangan pendidikan, Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sidoarjo, menekankan pentingnya peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI), karena pendidikan agama berkaitan erat dengan pembentukan karakter dan perilaku anak.
Meski demikian, Guru PAI juga menghadapi berbagai tantangan, terutama karena aspek akhlak peserta didik menjadi salah satu hal yang paling sering mendapat perhatian. Oleh karena itu, pembelajaran agama tidak cukup berhenti pada penguasaan materi, hafalan, dan teori, tetapi harus mampu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, Selasa (20/10/2026).
Baca juga: 150 Pengacara PPJT Siap Dampingi Prayitno
Tantangan tersebut diantaranya, pertama, mendekatkan nilai-nilai Islam dengan kehidupan anak melalui pembiasaan perilaku jujur, berbagi, tertib mengantre, dan menyelesaikan persoalan tanpa konflik. Kedua, menghadapi keragaman kemampuan, pengalaman keluarga, kebiasaan ibadah, serta kebutuhan belajar peserta didik. Sehingga, guru perlu mengembangkan metode pembelajaran yang bervariasi tanpa mengubah tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.
Baca juga: Kemenag Sidoarjo Komitmen Perangi Terorisme dan Radikalisme
Ketiga, membangun budaya religius bersama seluruh lingkungan sekolah. Pembentukan karakter tidak dapat dibebankan kepada guru PAI semata, melainkan membutuhkan keterlibatan wali kelas, kepala sekolah, orang tua, dan teman sebaya. Konsistensi antara materi yang diajarkan dan perilaku yang ditunjukkan dalam keseharian menjadi faktor penting agar nilai-nilai agama benar-benar tertanam pada diri siswa.
Tantangan berikutnya adalah menumbuhkan sikap moderat sejak dini, memanfaatkan teknologi secara bijak, serta menilai perkembangan karakter peserta didik secara adil. Sehingga, adanya kegiatan monitoring dan evaluasi ini menjadi momentum untuk merefleksikan pelaksanaan tugas profesional guru PAI sekaligus mendorong perbaikan pembelajaran secara berkelanjutan. sd-02/dsy
Editor : Redaksi