Pemkot Surabaya Tindaklanjuti Laporan Kode QR UMKM Nyambung ke Bank Tiongkok

surabayapagi.com
Pemkot Surabaya tindaklanjuti laporan kode QR yang tidak sesuai dengan sistem pembayaran digital. SP/Pemkot Surabaya

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menindaklanjuti laporan adanya kode QR yang tidak sesuai dengan sistem pembayaran digital, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bergerak cepat melakukan penelusuran. Setelah dilakukan penelusuran lebih lanjut, ternyata kode QR tersebut bukan untuk transaksi pembayaran. Melainkan kode QR itu adalah shortcut aplikasi yang mengarahkan pengguna secara otomatis ke halaman unduh melalui perangkat seluler. 

Berdasarkan laporan tersebut, kode QR itu tertempel di salah satu stan miliki Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Kota Surabaya. Kode QR itu sebelumnya sempat dicoba oleh salah satu pelanggan UMKM. Namun, saat pelanggan tersebut akan melakukan transaksi pembayaran menggunakan QRIS, sistem tidak mengarahkan ke halaman transaksi bank di Indonesia. 

Baca juga: Terus Dikawal: Nasib Pelaku Bullying Anak Disabilitas Surabaya, Dibina 6 Bulan di Rumah Perubahan

“Ternyata waktu kita coba dengan (QRIS) mobile banking itu nyambungnya langsung ke bank negara Tiongkok. Tapi saat dimasukkan nominalnya tidak bisa transaksi pembayaran, karena memang kode QR itu untuk masuk ke aplikasi Si-Boyo di Google Play Store,” ujar Sekretaris Dinkopumdag Kota Surabaya, Reza Fahreddy, Rabu (21/10/2026).

Baca juga: Jaga Estetika dan Tata Ruang, Pemkot Bongkar 116 Tiang dan 91 Kabel tak Berizin di Surabaya

Reza memaparkan, ketika kode QR tersebut di-scan menggunakan aplikasi Google Lens, maka akan langsung diarahkan untuk mendownload aplikasi Si-Boyo di Google Play Store. Namun, saat dicoba scan menggunakan aplikasi mobile banking, justru muncul ke halaman pembayaran bank asal Tiongkok.  “Jadi memang bukan sebagai pembayaran QRIS, tapi kode QR untuk mendownload aplikasi. Karena aplikasi Si-Boyo ini memang sebagai platform KKMP,” terangnya. 

Adanya laporan tersebut, Reza mengimbau kepada seluruh masyarakat agar lebih berhati-hati ketika akan melakukan transaksi melalui sistem pembayaran digital, terutama saat menggunakan QRIS. Dan terkait masalah tersebut, Pemkot Surabaya dapat mengantisipasi dan akan melakukan evaluasi menyeluruh terkait pemasangan stiker kode QR aplikasi tersebut di lapak UMKM. 

Baca juga: Wali Kota Eri Larang SD-SMP Negeri Surabaya Tarik Iuran Mulai November Mendatang

“Dengan begini kita akan lebih berhati-hati. Nanti akan kita cek juga seluruh kode QR yang sudah terpasang itu, akan kota perbarui lagi,” pungkasnya. sb-03/dsy

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru