SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sidoarjo menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pelaporan Data Industri Melalui Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas) di Hotel Luminor, Selasa (28/10).
Bimtek ini diikuti sebanyak 50 peserta pelaku industri yang ada di wilayah Sidoarjo, dengan menghadirkan narasumber dari Dinas Perindustrian Provinsi Jatim Suhail, Kadis P2CKTR Ir. Bachruni Aryawan, dan Kabid Tata Ruang Bambang Supriyanto.
Baca juga: Alhamdulillah, Harga Cabai Terpantau Mulai Surut Drastis 12,84 Persen
Kepala Disperindag Sidoarjo, Dr. Eni Rustianingsih, S.T., M.T. dalam kegiatan tersebut mengatakan SIINas merupakan amanat dari Permenperin No. 13 Tahun 2025 tentang Tata Cara Penyampaian Data Industri, Kawasan Industri, dan Informasi Lain Melalui SIINas.
"SIINas menjadi platform utama pemerintah dalam mengumpulkan data industri secara terintegrasi, akurat, dan real-time," tandasnya.
Data tersebut digunakan sebagai dasar perumusan kebijakan industri yang efektif dan tepat sasaran.
Menurutnya, masih banyak pelaku industri yang belum memahami tata cara pelaporan, sehingga perlu diadakan bimbingan teknis ini.
Baca juga: Beras Meroket, Disperindag Gencar Operasi Pasar di Desa Janti Sidoarjo
Adapun tujuan dan manfaat Bimtek ini yaitu untuk meningkatkan pemahaman pelaku industri tentang kewajiban dan manfaat pelaporan data ke SIINas.
Dalam Bimtek tersebut, Ir. Bachruni yang didapuk sebagai pembicara aktif menerima berbagai pertanyaan dari para peserta sekaligus membimbing secara langsung cara mengakses, mengisi, dan mengunggah data ke sistem. Mendorong kepatuhan pelaku usaha dalam pelaporan data industri, serta mewujudkan database industri daerah yang valid dan terkini untuk mendukung perencanaan pembangunan industri.
Untuk itu diharapkan peserta mengikuti kegiatan dengan aktif, bertanya, dan berdiskusi dengan narasumber.
Baca juga: Disperindag Sidoarjo Bertahap Relokasikan Pedagang Buah dan Sayur Pasar Porong
“Setelah Bimtek, peserta diharapkan dapat melakukan pelaporan secara mandiri dan berkelanjutan,” harap Bachruni.
Sementara itu pihak Disperindag akan terus melakukan pendampingan dan monitoring agar semua pelaku industri di daerah ini terdaftar dan aktif melapor di SIINas.
Sebab kegiatan ini menjadi langkah nyata menuju industri daerah yang maju, tertib data, dan berdaya saing tinggi. (Hdk/hik)
Editor : Redaksi