Bidik Peningkatan PAD, Pemkab Ponorogo Hadirkan Wisata Malam di Telaga Ngebel

surabayapagi.com
Pertunjukan tari Reog Ponorogo yang berkolaborasi dengan tari kontemporer yang menjadi magnet wisata baru di Telaga Ngebel. SP/PNG

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Dalam rangka menarik lebih banyak wisatawan sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo menghadirkan konsep pengembangan wisata malam di kawasan Telaga Ngebel. Selain mengandalkan panorama alam dan pertunjukan air mancur menari (water fountain), pemerintah daerah ingin menghadirkan pertunjukan tari dan kesenian sebagai atraksi baru untuk 

Pementasan yang memadukan gerak tari, musik, dan tata cahaya dengan latar telaga itu menjadi salah satu upaya menghadirkan pengalaman wisata berbasis seni budaya di destinasi unggulan Ponorogo tersebut. Gagasan tersebut mengemuka setelah pertunjukan sendratari Mystical of Telaga Ngebel bertajuk “Larung Rasa Sang Lelana” digelar di dermaga Telaga Ngebel, yang diusulkan akan rutin digelar setiap Sabtu malam.

Baca juga: Aktif Lindungi Masyarakat Pekerja Bersama BPJS Ketenagakerjaan, BAZNAS Ponorogo Masuk 10 Terbaik Jatim

“Saya memang mengusulkan kepada teman-teman pariwisata, setiap Sabtu bisa ada pementasan di dermaga. Sehingga bisa menambah wisatawan datang ke Ngebel,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Ponorogo Lisdyarita, (02/11/2026).

Baca juga: Bangun TPA Baru di Desa Mrican, Pemkab Ponorogo Siapkan Anggaran Rp15 Miliar

Pasalnya, bertambahnya kunjungan wisatawan diharapkan berdampak pada aktivitas perdagangan, usaha kuliner, penginapan, hingga pelaku UMKM di sekitar Telaga Ngebel. Sehingga, jika mampu dikembangkan secara berkelanjutan, peningkatan aktivitas wisata tersebut juga berpotensi memperbesar kontribusi sektor pariwisata terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Ponorogo.

Baca juga: Warga Alami Luka Terjerat, Pemkab Ponorogo Tertibkan Kabel Provider dan WiFi Semrawut

Selain menyiapkan pertunjukan seni, Pemkab Ponorogo juga berencana memperkuat suasana kawasan wisata pada malam hari melalui penambahan penerangan dan pencahayaan pepohonan di sekitar telaga. Sehingga, Telaga Ngebel tidak hanya sebagai destinasi wisata alam, tetapi juga ruang pertunjukan budaya dan pusat aktivitas ekonomi masyarakat, sekaligus meningkatkan daya saing destinasi sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap PAD. pn-01/dsy

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru