SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ponorogo masuk dalam 10 BAZNAS kabupaten/kota terbaik di Jawa Timur atas kontribusinya dalam mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui program jaminan sosial ketenagakerjaan.
Apresiasi dari BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Jawa Timur itu diterima Ketua BAZNAS Ponorogo, Sukarni, dalam kegiatan Pra-Rapat Koordinasi Daerah (Pra-Rakorda) BAZNAS Jawa Timur 2026 di Surabaya, Selasa (20/10/2026).
Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas upaya BAZNAS Ponorogo memperluas perlindungan bagi pekerja yang membutuhkan jaminan sosial.
Ketua BAZNAS Ponorogo, Sukarni, mengatakan penghargaan tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, terutama dukungan para muzaki yang telah mempercayakan penyaluran zakat, infak, dan sedekah (ZIS) melalui BAZNAS.
“Penghargaan ini bukanlah hasil kerja keras kami semata, melainkan buah dari sinergi dan kolaborasi yang luar biasa,” kata Sukarni, Rabu (28/10/2026).
Sukarni menegaskan, kepercayaan masyarakat menjadi modal penting bagi lembaganya untuk terus mengembangkan program yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Kolaborasi BAZNAS dengan BPJS Ketenagakerjaan di Ponorogo sebelumnya juga diwujudkan melalui perlindungan jaminan sosial bagi Guru Tidak Tetap (GTT) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT) di lingkungan Dinas Pendidikan.
Dalam program yang disepakati pada Desember 2025 untuk pelaksanaan tahun 2026 itu, sebanyak 3.164 tenaga telah mendapatkan perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan 2 Program yaitu Kecelakaan Kerja dan Kematian yang mencakup tenaga pendidik GTT dan PTT dari Dinas Pendidikan Kabupaten Ponorogo.
Program tersebut menunjukkan bagaimana dukungan BAZNAS dapat dimanfaatkan untuk memperluas perlindungan bagi kelompok pekerja yang memiliki keterbatasan akses terhadap jaminan sosial.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Ponorogo, Dony Eko Setiawan, sebelumnya menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pendidikan dan BAZNAS atas dukungan mereka dalam meningkatkan perlindungan pekerja rentan.
“Kolaborasi semacam ini penting karena risiko kecelakaan kerja maupun kematian dapat berdampak langsung terhadap keberlangsungan ekonomi keluarga. Melalui program jaminan sosial ketenagakerjaan, peserta memperoleh perlindungan sesuai jenis kepesertaan dan ketentuan yang berlaku,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jawa Timur, Irvansyah Utoh Banja, menegaskan bahwa perluasan perlindungan pekerja membutuhkan kolaborasi berbagai pihak.
“Penghargaan ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi dalam mewujudkan Universal Coverage Jamsostek di Jawa Timur,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa penghargaan bukanlah tujuan akhir, melainkan dorongan untuk memperluas perlindungan, termasuk bagi pekerja sektor informal. Dalam konteks Ponorogo, sinergi BAZNAS dan BPJS Ketenagakerjaan dapat menjadi salah satu upaya untuk menjangkau pekerja rentan yang belum terlindungi.
“Penghargaan ini diharapkan mendorong BAZNAS Ponorogo dan BPJS Ketenagakerjaan memperkuat kerja sama agar manfaat jaminan sosial semakin luas dirasakan masyarakat. Selain keberlanjutan program bagi tenaga non-ASN, pekerja di lingkungan keagamaan, termasuk marbot masjid dan kelompok rentan lainnya, menjadi sasaran penting dalam perluasan perlindungan sosial,” harapnya.
Ke depan, keterbukaan data mengenai jumlah pekerja yang telah terlindungi, nilai dukungan iuran, serta dampak program bagi keluarga penerima manfaat akan menjadi tolok ukur penting untuk melihat sejauh mana kolaborasi tersebut benar-benar meningkatkan kesejahteraan pekerja di Ponorogo. roh
Editor : Redaksi