Elemen Masyarakat Lamongan Tolak Pemulangan Eks Anggota ISIS

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYA PAGI, Lamongan - Meski Pemerintah pusat sudah statmen menolak pemulangan eks anggota ISIS ke tanah air, sejumlah elemen masyarakat di Lamongan masih saja menggelar aksi penolakan wacana tersebut ke Kantor Kemenag di Jalan Veteran, Jum’at (21/2/2020). Puluhan elemen masyarakat yang tergabung dalam Forum Organisasi Kemasyarakatan Lamongan (Formal) ini berunjukrasa dengan membentangkan sejumlah spanduk dan poster yang berisi tuntutan mereka. "Kami menolak pemulangan kombatan ISIS di Lamongan," kata salah seorang korlap aksi, Mahrus Ali dalam orasinya. Mahrus menyatakan, Formal yang terdiri dari PMII, IPNU, IPPNU, Fatayat NU, Pagar Nusa, Banser, Pospera dan Pemuda Pancasila ini menolak pemulangan kombatan ISIS. Pasalnya, kata Mahrus, pemulangan kombatan ISIS tersebut bertentangan dengan ideologi bangsa Indonesia, mengancam keharmonisan masyarakat Lamongan. "PP Nomor 2 Tahun 2007 tentang Tata Cara Memperoleh Kehilangan, Pembatalan dan Memperoleh Kembali Kewarganegaraan RI yang merupakan turunan dari UU Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan juga secara jelas mengatur seorang WNI dengan sendirinya kehilangan kewarganegaraan jika masuk dalam dinas tentara asing tanpa izin dari presiden," tegas Mahrus. Dalam salah satu tuntutannya, puluhan orang ini juga menuntut kepada Pemerintah Kabupaten Lamongan untuk memecat ASN di Lamongan yang terpapar paham radikal. Puluhan pengunjukrasa ini ditemui dan diterima langsung oleh Kepala Kemenag Lamongan Soleh. Di hadapan pengunjukrasa, Soleh mengatakan, pemerintah secara resmi sudah bersikap tidak akan memulangkan eks ISIS. "Pak menteri tidak pernah mengeluarkan statement pemulangan eks ISIS dan itu bisa di cek. Bahkan pemerintah tidak memulangkan. Dan aspirasi kalian akan kami sampaikan pada pimpinan," kata Soleh. Lebih jauh, Soleh hanya menyetujui tuntutan massa untuk menolak pemulangan eks Isis dan pemecatan ASN yang diduga terpapar paham radikal. Usai beraudensi dengan Kepala Kemenag Lamongan, peserta aksi kemudian membubarkan diri dengan kawalan petugas kepolisian Lamongan.jir
Tag :

Berita Terbaru

Melebihi Batas Tinggi Muatan, Sebuah Truk Menabrak Gapura di Blitar

Melebihi Batas Tinggi Muatan, Sebuah Truk Menabrak Gapura di Blitar

Jumat, 02 Okt 2026 12:53 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 12:53 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Suara benturan keras di Gapuro pintu masuk Desa Silukosewu Kec.Gandusari Kabupaten Blitar, kagetkan warga sekitar dan pengguna jalan…

Kapolri Suyudi Larang Polisi Rekayasa Kasus

Kapolri Suyudi Larang Polisi Rekayasa Kasus

Jumat, 02 Okt 2026 08:18 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 08:18 WIB

Gelisah dengan Fenomena No Viral No Justice…

Bank Syariah Lakukan Transaksi Digital

Bank Syariah Lakukan Transaksi Digital

Jumat, 02 Okt 2026 07:22 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 07:22 WIB

SURABAYAPAGI.com – Bank syariah memperluas layanan perbankan digital bagi nasabah. Hal ini dilakukan untuk memudahkan nasabah dalam melakukan transaksi d…

Ojol akan Dimasukan Kategori Transportasi

Ojol akan Dimasukan Kategori Transportasi

Jumat, 02 Okt 2026 07:20 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 07:20 WIB

SURABAYAPAGI.com – Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menargetkan revisi aturan tersebut rampung tahun ini dan mulai berlaku pada 2027. Dalam r…

WIKA, Senang Keluar dari Whoosh

WIKA, Senang Keluar dari Whoosh

Jumat, 02 Okt 2026 07:14 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 07:14 WIB

SURABAYAPAGI.com – PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau WIKA menyambut baik rencana pemerintah untuk mengambil alih seluruh saham PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia …

Wuling Aira ev Ditawarkan Rp 155 juta

Wuling Aira ev Ditawarkan Rp 155 juta

Jumat, 02 Okt 2026 07:12 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 07:12 WIB

SURABAYAPAGI.com – Wuling bikin kejutan saat meluncurkan Aira ev. Sebab, harga jual Aira ev terbilang murmer! Wuling Aira ev ditawarkan dalam dua varian. Harga …