Terkait Tudingan Warga, Kades Talango Angkat Bicara

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Inspektur wilayah pembantu I Kab. Sumenep, Supardi diruang kerjanya (3/08).SP/AinurRahman
Inspektur wilayah pembantu I Kab. Sumenep, Supardi diruang kerjanya (3/08).SP/AinurRahman

i

SURABAYAPAGI.COM, Sumenep - Terkait dengan dugaan pemotongan Dana Desa yang dialokasikan untuk pekerjaan paving jalan di Dusun Sakolaan II Desa Talango, Kepala Desa Adnan akhirnya angkat bicara.

Kepada wartawan Surabayapagi, dirinya mengaku telah melakukan pengukuran ulang terkait tudingan warga atas pekerjaannya di Dusun Sakolaan II Desa Talango Kecamatan Talango Kab. Sumenep.

"Saya kan sudah bilang, bahwa semua dugaan warga itu salah dan tidak benar. Jadi, setelah saya membaca berita itu, saya langsung ke lapangan bersama semua TPK dan perangkat termasuk Badan Permusawaratan Desa (BPD) untuk mengukur ulang panjang dan lebarnya sesuai dengan prasasti tersebut,” tegasnya.

Sebelumnya, warga mengaku telah mengkroscek panjang dan lebar jalan paving itu, dengan selisih sekitar 13 meter. “Namun tak hanya itu saja, sebab apapun alasannya jika pekerjaan yang menggunakan Dana Desa (DD) dan Anggaran Dana Desa (ADD) tidak sesuai dengan sepesifikasi, sudah jelas bermasalah, karena dana pemerintah yang digelontorkan untuk desa bukanlah hal yang sedikit," ujar salah satu warga kepada Surabayapagi (3/08).

Selain itu kata warga, jika Kepala Desa Talango, Adnan tetap memilih bungkam dan tidak transparan kepada media, maka satu persatu data tentang pekerjaannya yang bersumber dari dana APBDes maupun APBD akan dibongkar, “Semua pekerjaannya sudah saya kantongi, tinggal mencocokkan dengan surat pertanggung jawaban (SPJ) yang di buat oleh kades,” tegasnya.

Kepala Inspektorat, melalui Inspektur pembantu Wilayah I Kab. Sumenep, Supardi berterima kasih atas laporan yang diberikan oleh awak media. Dan nanti, pihaknya bersama stafnya akan mengecek kembali terkait laporan.

“Saya nanti akan turun ke lapangan bersama staff, jadi nanti kesimpulannya seperti apa, akan saya sampaikan," ucap Supardi di ruang kerjanya.

Mengenai dugaan pemangkasan proyek paving jalan itu, pihaknya akan mengklarifikasikan kepada kepala Desa terkait. “Jadi saya tidak bisa berkomentar sebelum saya turun dan kroscek langsung ke lokasi,” pungkasnya.ar

Berita Terbaru

33 Negara Bingung Mentan Jamin Stok Pangan Ri Aman

33 Negara Bingung Mentan Jamin Stok Pangan Ri Aman

Senin, 02 Nov 2026 07:31 WIB

Senin, 02 Nov 2026 07:31 WIB

SURABAYAPAGI.com - Alhamdulillah, kita patut bersyukur. Di saat dunia sedang menghadapi ketegangan geopolitik, ancaman krisis pangan dan gangguan rantai pasok,…

Menekraf Dorong Desa jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Kreatif

Menekraf Dorong Desa jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Kreatif

Senin, 02 Nov 2026 07:29 WIB

Senin, 02 Nov 2026 07:29 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf ) Teuku Riefky Harsya mendorong pengembangan potensi desa sebagai sumber pertumbuhan ekonomi kreatif baru,…

Bursa Kripto OKX Siapkan Ganti Rugi hingga Rp 8,19 Miliar jika Ada Peretasan

Bursa Kripto OKX Siapkan Ganti Rugi hingga Rp 8,19 Miliar jika Ada Peretasan

Senin, 02 Nov 2026 07:27 WIB

Senin, 02 Nov 2026 07:27 WIB

SURABAYAPAGI.com - Bursa aset kripto global OKX merayakan empat tahun pelaksanaan program Proof of Reserves (PoR) bulanan dengan menerbitkan 48 laporan…

10 Negara dengan Biaya Makan Termahal

10 Negara dengan Biaya Makan Termahal

Senin, 02 Nov 2026 07:25 WIB

Senin, 02 Nov 2026 07:25 WIB

SURABAYAPAGI.com - Uang sebesar US$ 20 atau sekitar Rp 362.543 (kurs Rp 18.127 per US$) yang hanya cukup untuk membeli satu porsi makan di restoran sederhana…

Ngaku Jadi Korban Proyek Fiktif, Warga Gresik Polisikan Eks Wabup Lamongan

Ngaku Jadi Korban Proyek Fiktif, Warga Gresik Polisikan Eks Wabup Lamongan

Senin, 02 Nov 2026 07:23 WIB

Senin, 02 Nov 2026 07:23 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Dugaan penipuan berkedok kerja sama proyek pembangunan ruko di kawasan Pasar Wisata, Desa Dibee, Kecamatan Kalitengah, Lamongan, m…

Biaya Resmi Rp600 Ribu, Pengurusan Izin Sumur PDAM ‘Disulap’ Jadi Rp375 Juta

Biaya Resmi Rp600 Ribu, Pengurusan Izin Sumur PDAM ‘Disulap’ Jadi Rp375 Juta

Senin, 02 Nov 2026 07:19 WIB

Senin, 02 Nov 2026 07:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Pengurusan perpanjangan izin pemanfaatan air tanah untuk 21 titik sumur milik Perumda Air Minum Banyuwangi menelan biaya hingga…