Mulai UMKM sampai Warkop Sambat Semua

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Suasana pasar kawasan Darmo Satelit Surabaya, Kamis (6/8/2020) terlihat sepi. Sepinya para pedagang ini di akibatkan dengan adanya pandemi yang berkepanjangan. 
SP/Julian
Suasana pasar kawasan Darmo Satelit Surabaya, Kamis (6/8/2020) terlihat sepi. Sepinya para pedagang ini di akibatkan dengan adanya pandemi yang berkepanjangan. SP/Julian

i

Potret Kehidupan Warga Kota Surabaya Saat Gonjang ganjing Resesi Ekonomi

 

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Surabaya Pagi ingin Memotret kondisi di masyarakat atas gejala akan terjadi resesi ekonomi. Potret mengenai korban PHK dan Meningkatnya angka Kemiskinan. Data yang diperoleh dari Kementerian Keuangan, pertumbuhan ekonomi kuartal I-2020 sebesar 2,97 persen. Ini melambat dari periode sama di tahun lalu yang tercatat 5,05 persen.

Penurunan ini mengindikasikan bahwa produktivitas perekonomian, baik dari sisi permintaan dan produksi mengalami penurunan.
Para ekonom mengatakan dampak penurunan aktivitas ekonomi nasional dirasakan oleh perusahaan-perusahaan dengan pemutusan hubungan kerja (PHK).

Juga sektor ekonomi non-formal mengalami penurunan produktivitas usahanya. Dua sektor ini berdampak pada penurunan pengeluaran konsumsi rumah tangga. Bahkan menurunkan kelas dari sebelumnya masyarakat berpenghasilan menengah menjadi penduduk rentan miskin, bahkan turun kelas menjadi masyarakat pra sejahtera. Edisi Jumat hari ini, harian kita menurunkan potret warga kota Surabaya korban PHK, ibu rumah pra-sejahtera, miskin, PKL, warung dan depot, bakul-bakul di pasar, pengemudi angkot, tukang becak sampai pengusaha kecil UMKM. Berikut laporan tim wartawan Surabaya Pagi Aditya Putra Pratama, Patrick Cahyo, Septyan Ardiyanto, Jemmi Purwodianto dan Julian Romadona, Kamis (6/8/2020) dari lapangan sebagai berikut.

Novita Rahayu, UMKM Binaan Pemkot Surabaya, di wilayah Kenjeran
 

Kerugian Banyak, tak ada Pemasukan Blas

UMKM khususnya pada bidang fashion yang saya tekuni dari awal pandemi hingga saat ini belum mengalami perbaikan.
Belum ada perbaikan, belum ada peningkatan, jadi istilahnya masih zonk.
Untuk saat ini saya  buat baju dari sisa kain. Kemudian saya masuk pasar online untuk beberapa baju dengan sistem pre order, karena saya tidak berani nyetok.
Praktis sampai jelang hari Kemerdekaan, belum ada pesanan busana di UMKM yang saya geluti. Bahkan pemesanan masker dan APD yang saya buat terpaksa stop  setelah Hari Raya Idul Fitri.
Kerugian saya banyak, karena tidak ada pemasukan blasw, malah banyak pengeluaran. (*)

Sekarang Saya Keliling Lebih Jauh

Saat pandemi Covid-19, pembeli saya kebanyakan anak sekolah berkurang 50%. Sekarang kan sekolah sepi.
Terpaksa saya harus berkeliling lebih jauh untuk menjual barang dagangan saya, karena sekolah yang biasa ditempatinya untuk mangkal sekarang sudah sepi.
Saya berharap semuanya kembali normal, termasuk anak-anak sekolah boleh masuk lagi sehingga bisa beli dagangan saya lagi. Ya saya tau meskipun resikonya besar, tapi kalau anak-anak manut aturan mungkin baik-baik saja. Duh gusti saya diparingi kemudahan rejeki saat ada corona! (*)

Covid 19 Makin Perparah Ekonomi Saya

Saya susah mbecak sejak tahun 1999,  pendapatan saya segini-segini saja. Dan kini menurun terus. Covid-19, makin memperparah kondisi perekonomian keluarga. Saya punya angan-angan dapat bantuan dari pemerintah. Apapun bentuknya, saya pasrah.

Sekarang Jualan Pentol Sampai Larut Malam

Gak biasanya kali ini jualan saya menurun banyak. Mungkin sampai 50 persen ya. Bahkan lebih. Biasanya itu bisa sehari habis, sekarang pasti ada yang dibawa pulang dan dimasukkan kulkas lagi.
Apalagi sekarang sekolah-sekolah ditutup. Karena selama ini pelanggannya yah anak sekolah. Saya mangkal di depan SD, pagi datang, siang pulang. Bisa habis. Sekarang harus sampai malam begini. Belum besok pagi berangkat lagi.
Ya semoga cepat bisa masuk sekolah saja ya mereka dan tak ada virus lagi. Biar bisa beli pentol saya. Ada sih beberapa anak yang beli walaupun tidak sedang sekolah. Tapi tidak sebanyak waktu sekolah masuk.
Saya cuma berharap pemerintah mampu membantu rakyat kecil seperti saya. Karena bantuan apapun di kondisi seperti ini pasti dibutuhkan.

 Bonus Langsung Dipangkas Habis

Saya takut kena covid, belum lagi saya juga harus bekerja di tengah toko yang juga sepi pembeli. Maka toko kami akali dengan penjualan online.
Ekonomi sekarang tambah sulit. Dan saya meski jualan juga harus  sehat terus. Memang tidak ada penurunan gaji buat saya  tapi bonusnya langsung dipangkas habis oleh majikan.

 Ekonomi Saya Morat-marit

Perekonomian keluarga saya saat pandemi Covid-19 ini sangat memperihatinkan dan morat-marit.
Suami saya yang sehari-hari bekerja sebagai kuli bangunan sejak bulan Maret hingga saat ini belum dapat job samasekali. Saya harus  jual perabotan untuk kehidupan selanjutnya. Anak saya juga ada 2 kecil semua. Ruwet, ruwet dan ruwet.
Sampai kini, saya juga belum pernah menerima bantuan dari pemerintahan mulai dari sembako hingga BLT. Saya terus sabar. Sampai kapan, walahualam.

 Jam Malam ini Bikin Wong Cilik Tambah Susah
Pendapatan warung selama pandemi Covid-19  menurun drastis. Sebelum pandemi penghasilan saya sekitar 600 ribu, sehari, sekarang dapat 200 ribu saja Alhamdulillah mas. Apalagi ada jam malam tambah bunyek!.
Saya berharap pemerintah benar-benar bisa memperhatikan perekonomian wong cilik, jangan menebalkan perekonomian pribadi dengan memanfaatkan kesempatan selama pandemi Covid-19.
Seharusnya pemerintahan kota bisa memperhatikan perekonomian rakyat kecil, jangan menebalkan kantongnya masing-masing. Kita sudah susah dibuat tambah susah lagi dengan adanya jam malam. Saya biasanya bisa jualan 24 jam sekarang gak bisa. Nasib wong Cilik.

 Di PHK, Cari Kerja Susah, kini Jualan Salad 

Dulu saya kerja di perusahaan EO besar di Surabaya. Nah sejak Corona ini, banyak yang di-PHK dan dirumahkan. Termasuk saya. Belum lagi, istri saya juga ikut dampak dirumahkan yang kerja di Hotel Cleo Jemursari. Gimana lagi, saya dan istri soalnya khan di dunia hiburan jadi tambah ngenes. Saya punya 4 orang anak yang masih sekolah. 

Sempat coba lamar pekerjaan kemana-mana, juga banyak perusahaan yang tidak mencari karyawan. Yah mau gak mau yah jualan kayak gini. Jual salad yang buat istri saya. Bahkan saya juga jualin makanan tetangga yang di PHK. Itupun cuma ambil untung Rp 2000 per bungkus. (*)

Fajar Rejeb, Terdampak PHK dan Buka Warkop Pinggir Jalan
 

 Jual Motor, untuk Usaha Warkop Pinggir Jalan

Karena Covid-19 ini, saya di PHK sama perusahaan cleaning service di Lenmarc Mall. Karena pengurangan karyawan, sejak April kemarin.

Sempat melamar di beberapa perusahaan sebagai CS, namun perusahan-perusahan yang didatangi juga mengalami pengurangan karyawan. 

Capek nglamar sana sini, akhirnya saya nekat jual motor untuk buka modal warung kopi pinggir jalan di daerah Waduk Unesa.

Meski tak seramai warkop besar yang memiliki tempat yang luas, saya bersyukur atas pendapatan warkopnya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. 

Alhamdulillah mas, dari pada menganggur nggak ada pemasukan. 

Yang penting bisa buat makan, bayar kos, dan hutang-hutang. (*)

Berita Terbaru

MilkLife Kickers Runner-up Singa Cup 2026, Misi Cetak Talenta Timnas Jadi Target Berikutnya

MilkLife Kickers Runner-up Singa Cup 2026, Misi Cetak Talenta Timnas Jadi Target Berikutnya

Sabtu, 07 Nov 2026 17:09 WIB

Sabtu, 07 Nov 2026 17:09 WIB

SurabayaPagi, Singapura – MilkLife Kickers harus mengubur ambisi meraih gelar juara Singa Cup 2026 kategori Girls U14. Meski mengoleksi sembilan poin dari tiga …

Disbudpar Jatim Gelar Business Matching Penguatan Desa Wisata di Sidoarjo

Disbudpar Jatim Gelar Business Matching Penguatan Desa Wisata di Sidoarjo

Sabtu, 07 Nov 2026 16:09 WIB

Sabtu, 07 Nov 2026 16:09 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jatim mendorong serta memperkuat pengembangan desa wisata di wilayah Kabupaten Sidoarjo dengan…

Akses KUR Dipermudah, DPR RI Dorong Pelaku Ekonomi Kreatif Surabaya Naik Kelas

Akses KUR Dipermudah, DPR RI Dorong Pelaku Ekonomi Kreatif Surabaya Naik Kelas

Sabtu, 07 Nov 2026 14:39 WIB

Sabtu, 07 Nov 2026 14:39 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Akses permodalan menjadi salah satu tantangan yang harus dijawab untuk mempercepat pertumbuhan usaha ekonomi kreatif, terutama bagi p…

Fraksi PDI perjuangan DPRD Jatim Singgung Majadigi, Aduan Rakyat Harus Tuntas

Fraksi PDI perjuangan DPRD Jatim Singgung Majadigi, Aduan Rakyat Harus Tuntas

Sabtu, 07 Nov 2026 10:20 WIB

Sabtu, 07 Nov 2026 10:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Aplikasi Majapahit Digital (Majadigi) milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur didorong naik kelas menjadi platform…

Bupati Yuhronur Efendi Berangkatkan Peserta Ziarah Wali Songo Penerima Voucher Jalan Sehat HSN PCNU Lamongan

Bupati Yuhronur Efendi Berangkatkan Peserta Ziarah Wali Songo Penerima Voucher Jalan Sehat HSN PCNU Lamongan

Jumat, 06 Nov 2026 22:38 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 22:38 WIB

SURABAYAPAGI COM, Lamongan – Bupati Lamongan Yuhronur Efendi memberangkatkan peserta ziarah Wali Songo, penerima voucher dalam rangkaian kegiatan Jalan Sehat H…

Waduk Karangkates Disulap Jadi Pembangkit Energi Surya 133 MWp, PLN Kawal Percepatan Proyek

Waduk Karangkates Disulap Jadi Pembangkit Energi Surya 133 MWp, PLN Kawal Percepatan Proyek

Jumat, 06 Nov 2026 19:04 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 19:04 WIB

SurabayaPagi, Malang – Permukaan Waduk Karangkates di Kabupaten Malang, Jawa Timur, disiapkan menjadi sumber energi listrik bersih melalui pembangunan P…