SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Sebagai upaya dalam memperluas jangkauan pemasaran dan meningkatkan daya saing usaha, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan, terus mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang mencapai 157.740 unit di daerah setempat memanfaatkan digitalisasi.
Meski demikian, hal itu tidak serta merta langsung diterapkan tanpa persiapan. Para pelaku UMKM perlu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan memahami perubahan pola perdagangan agar mampu menjaga keberlangsungan usaha, melalui pelatihan dan pendampingan yang digelar Pemkab setempat.
Melalui kegiatan bertema “Berdaya Bersama, Berdampak Nyata” tersebut diikuti sekitar 200 peserta yang terdiri atas nasabah PNM, nasabah Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM), serta pelaku UMKM binaan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Lamongan. Pasalnya, keberhasilan usaha tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan modal, tetapi juga kemampuan pelaku usaha meningkatkan kapasitas dan memanfaatkan peluang pemasaran melalui platform digital.
“Sekarang iklim usaha sudah berubah. Ada e-commerce, Shopee, TikTok Shop, hingga fitur keranjang kuning yang bisa dimanfaatkan untuk menjangkau konsumen lebih luas,” ujar Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, Kamis (22/10/2026).
Sementara itu, berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Lamongan hingga Oktober 2026, jumlah UMKM di daerah tersebut mencapai 157.740 unit. Sepanjang 2026, sebanyak 450 UMKM telah mendapatkan pembinaan, antara lain mengenai pengemasan dan fotografi produk untuk mendukung pemasaran digital.
Selain pembinaan, pemerintah daerah memfasilitasi legalitas usaha guna meningkatkan kepercayaan konsumen dan memperluas akses pasar. Sehingga, dengan adanya pelatihan dan pendampingan, PNM berharap para pelaku usaha dapat meningkatkan kemampuan mengelola bisnis, memanfaatkan peluang pemasaran digital, dan menghadapi tantangan usaha yang terus berkembang. lm-01/dsy
Editor : Redaksi