PPKM Surabaya Raya

Ada yang Melanggar, Ada yang Patuh, Ada yang Sambat

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Petugas gabungan Satpol PP Pemprov Jatim, Polda Jatim, TNI, Ormas dan relawan Covid-19, menyegel tempat hiburan yang nekat beroperasi saat PPKM. SP/Julian Romadhon
Petugas gabungan Satpol PP Pemprov Jatim, Polda Jatim, TNI, Ormas dan relawan Covid-19, menyegel tempat hiburan yang nekat beroperasi saat PPKM. SP/Julian Romadhon

i

 

Hari Ketiga PPKM di Surabaya Raya

 

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kota Surabaya hingga Rabu (13/1/2021), telah berjalan selama tiga hari. Beberapa tempat usaha dan warga mulai mematuhi PPKM, meski masih ada beberapa tempat yang masih melanggar PPKM di beberapa tempat usaha dengan melewati jam malam yang telah ditentukan.

Seperti yang ditemukan di salah satu tempat Hensman Grill & Bar di Jl dr Wahidin 20 dan Cafe Black Barn Jl Untung Suropati 301, Surabaya yang masih nekat beroperasi melewati jam malam yang telah ditentukan sesuai Perwali Kota Surabaya Nomor 67 tahun 2020 juncto Perwali Kota Surabaya Nomor 2 tahun 2021. Serta Surat Edaran (SE) Nomor 4 Tahun 2020.

Baik resto Hensman dan Kafe Black Barn, melewati masa jam waktu hingga pukul 22:00 WIB malam. “Sudah melewati batas waktu yang ditetapkan sesuai PPKM ini. Kita segel sementara dua tempat tersebut,” jelas petugas Satpol PP yang ditemui Surabaya Pagi saat sidak Selasa malam itu.

Sementara, selama tiga hari ini pantauan Surabaya Pagi, PPKM masih banyak disoroti sejumlah pelaku usaha.  Mereka mengalami pengurangan pendapatan meski mereka tengah beranjak dari masa sulit. Seperti halnya beberapa pusat perbelanjaan di Surabaya yang terpantau sepi. Pengurangan itu bisa mencapai 70 persen jika dibandingkan dengan hari biasa.

Pusat sentra makanan juga menjadi sorotan karena mulai mengurangnya pendapatan, sistem take away menjadi salah satu alternatif untuk tetap menawarkan makanan.

Sementara itu dari 11 titik check point yang telah diterapkan, area Suramadu terlihat kondusif sepanjang jam sibuk pekerja, intensitas kendaraan ramai lancar dan tetap mengikuti protokol kesehatan.

Pelaksanaan PPKM itu ditanggapi oleh masyarakat Surabaya, seperti Letysia Citra, yang bekerja sebagai arsitek mengaku tidak menjadi permasalahan dengan adanya PPKM. Menurutnya pekerjaan yang ia tekuni tidak terlalu membutuhkan effort di lapangan. "Kabar PPKM aku sih santai saja. Karena memang kerjaan desain bisa dikerjain di rumah dan diskusi bisa via zoom. Kalau emang bisa mengurangi penyebaran covid ya monggo dilakukan PPKM," ujar Letysia.

 

Memukul Dunia Kesenian

Berbeda dengan itu, Kukuh selaku Ketua Angklung Surabaya mengatakan jika pemberlakuan PPKM cukup memukul dunia kesenian, meskipun penerapannya tidak seketat saat masa PSBB. "Tidak ada perubahan mas, tetap sama saja. Orang-orang kesenian masih kesulitan buat acara. Pembatasan masih berlaku ketat," ungkapnya.

Ketika ditanya mengenai ancaman virus corona baru keduanya tidak mengetahui dengan adanya ancaman tersebut.  "Tidak, tidak tahu, kita tetap harus hati-hati meskipun ada ancaman baru, tetap jaga protokol kesehatan," imbuh citra.

Sementara, Kapolsek Bubutan AKBP Bambang Prakoso selama tiga hari pelaksanaan PPKM, terlihat ada perbedaan dibanding dengan PSBB. Menurut AKBP Bambang, terjadi perbedaan yang cukup signifikan seperti skala pembatasan dan penerapannya.

"Perbedaannya jauh lebih longgar tidak ada pembatasan kapasitas kendaraan, jam malam longgar , Tetap mengacu pada perwali, Mall boleh buka. Pasar jugat tidak padat," pungkas AKBP Bambang.

Dia juga mencontohkan, tetap memberi sosialisasi kepada tempat usaha khususnya restoran untuk mengurangi kapasitas makan ditempat. "Sosialisasi tempat makan terkait kapsitas makan di tempat 25%," ucap Kapolsek Bubutan AKP Bambang Prakoso terkait pemberlakuan PPKM di wilayah Bubutan.

 

Tempat Usaha Patuhi Prokes

Anggota Komisi B DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Kota Surabaya, John Thamrun, Ahmad Suyanto,  dan Alfian Limardi melakukan inspeksi mendada (Sidak) kebeberapa Depot dan Cafe.

Sidak ini bertujuan untuk memantau penerapan protokol kesehatan (Prokes) kebeberapa Depot dan Cafe diantranya Depot Gang Djangkrik Jalan Mayjen Sungkono dan Cafe Buro Jalan Sumatera.  “Setelah berkeliling di beberapa resto dan cafe memang pelaksanaan protokol kesehatannya sudah memenuhi. Namun tempat duduk harus lebih dikoreksi minimal ada jarak 1,5 meter tiap tempat duduknya," kata John Thamrun, Rabu (13/1/2021).

Ia menyampaikan resto dan cafe sebagai penyedia makanan dan minuman tersebut menyediakan fasilitas untuk menjaga kebersihan bagi seluruh karyawan dan pengunjung, seperti tempat dan sabun cuci tangan, serta hand sanitizer sudah sesuai dengan standar yang disarankan pemerintah. “Pengaturan jaga jarak dan pemakaian masker juga diterapkan dengan disiplin,” tutur John Thamrun.

 

Pemkot Diminta Beri Pendampingan

Lanjut John Thamrun, mendorong Pemkot Surabaya dan aparat penegak perda bisa memberikan pendampingan terhadap tempat-tempat usaha agar mereka dapat melakukan perbaikan dan tidak menutup tempat usaha tersebut.

"Jadi melalui surat edaran walikota tidak ada istilah penutupan tempat usaha makanan dan minuman dan tetap di izinkan bukan hingga pukul 22.00 WIB. Kami minta pemerintah harus melaksanakan penegakan perda dan perwali dengan cara-cara yang lebih baik dan tidak perlu menutup tempat usaha," tandasnya.

Sementara itu, Manajer Operasional Cafe Buro Didit Indra menyampaikan, selama masa pandemi covid-19 cafe Boru telah menerapkan protokol kesehatan sesuai SOP. "Sejak diterapkan PPKM kita telah mematuhi prokes selama beraktivitas. Di mulai pintu masuk kami telah menyediakan fasilitas bagi konsumen wajib menggunakan hansenitezer, cuci tangan dan cek suhu tubuh," ujarnya.

 

Kasus Positif Tertinggi

Meski telah berjalan selama tiga hari, kasus positif Covid-19, Rabu (13/1/2021) kemarin mengalami kenaikan tertinggi selama 11 bulan terakhir. Yakni bertambah 11.278 pasien per harinya. Dengan begitu, total kasus konfirmasi positif Covid-19 menembus 858.043 orang.

Tidak hanya itu, rekor juga tercatat pada data kasus aktif dan kasus kematian. Untuk kasus aktif angkanya menanjak naik hingga nyaris menembus 130.000 orang. Jumlah kasus aktif ini mencapai 129.628 orang.

Sementara kasus meninggal akibat Covid-19 per hari ini sudah bertambah 306 orang dan memecahkan rekor kasus kematian harian tertinggi. Dengan pertambahan ini maka total kasus meninggal menembus 24.951 orang. fm/alq/cr2/rmc

Berita Terbaru

Perluas Jangkauan Program Homecare untuk Tokoh Agama dan Masyarakat

Perluas Jangkauan Program Homecare untuk Tokoh Agama dan Masyarakat

Selasa, 22 Sep 2026 20:33 WIB

Selasa, 22 Sep 2026 20:33 WIB

SURABAYAPAGI.COM- Jember — Program pelayanan pemeriksaan kesehatan yang digulirkan oleh Pemerintah Kabupaten mendapat sambutan hangat dari kalangan tokoh m…

Bupati Gus Fawait Perjuangkan Lahan Garapan Warga di TP Silo ke Pemerintah Pusat

Bupati Gus Fawait Perjuangkan Lahan Garapan Warga di TP Silo ke Pemerintah Pusat

Selasa, 22 Sep 2026 20:15 WIB

Selasa, 22 Sep 2026 20:15 WIB

SURABAYAPAGI.COM-JEMBER — Gejolak Warga ditengah rencana pembangunan Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP) di Kecamatan Silo, Kabupaten Jember, memasuki b…

Fraksi PKB Minta Potongan Aplikasi hingga Jaminan Sosial Pengemudi Ojol Masuk Perda

Fraksi PKB Minta Potongan Aplikasi hingga Jaminan Sosial Pengemudi Ojol Masuk Perda

Selasa, 22 Sep 2026 20:10 WIB

Selasa, 22 Sep 2026 20:10 WIB

SURABAYAPAGI.COM-SURABAYA — Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Jawa Timur meminta Raperda Penyelenggaraan Jasa Transportasi Berbasis Aplikasi m…

DPRD Jatim Wacanakan Pendidikan SD-Kuliah Gratis Ditanggung Pusat

DPRD Jatim Wacanakan Pendidikan SD-Kuliah Gratis Ditanggung Pusat

Selasa, 22 Sep 2026 20:09 WIB

Selasa, 22 Sep 2026 20:09 WIB

SURABAYAPAGI.COM-SURABAYA — Wacana Presiden Prabowo Subianto menggratiskan pendidikan negeri mulai SD hingga perguruan tinggi mendapat respons DPRD Jawa Timur. …

Massa yang Diduga Pesilat dan Polisi Saling Dorong di Jalan Merak, Kapolres Siap Pertemukan Dua Kubu PSHT

Massa yang Diduga Pesilat dan Polisi Saling Dorong di Jalan Merak, Kapolres Siap Pertemukan Dua Kubu PSHT

Selasa, 22 Sep 2026 20:07 WIB

Selasa, 22 Sep 2026 20:07 WIB

SURABAYA PAGI, ‎Madiun — Ketegangan terjadi saat massa yang diduga pesilat berusaha menuju Padepokan Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) di Jalan Merak, Kota …

174 Desa di Kabupaten Madiun Berstatus Mandiri, DPMD Targetkan Seluruh Desa Naik Kelas

174 Desa di Kabupaten Madiun Berstatus Mandiri, DPMD Targetkan Seluruh Desa Naik Kelas

Selasa, 22 Sep 2026 17:22 WIB

Selasa, 22 Sep 2026 17:22 WIB

‎SURABAYAPAGI.com, Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun mencatat sebanyak 174 dari total 198 desa telah berstatus Desa Mandiri berdasarkan hasil Pemutakhiran In…