DPRD Plototi Jembatan Joyoboyo Belum Diresmikan, Habiskan APBD Rp 39 M

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Jembatan Joyoboyo yang menghabiskan anggaran APBD sebesar Rp 39 M hingga kini belum diresmikan.
Jembatan Joyoboyo yang menghabiskan anggaran APBD sebesar Rp 39 M hingga kini belum diresmikan.

i

 

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Proyek ikonik di Surabaya era kepemimpinan Tri Rismaharini, Jembatan Joyoboyo sejak awal Januari 2021 lalu, dikabarkan akan diresmikan akhir Maret 2021. Namun, hingga minggu ketiga Maret, belum ada tanda-tanda dibuka. Padahal, pembangunan jembatan yang menghabiskan Rp 39 Miliar ini sudah menjalani dua kali uji kelayakan. Alhasil, jembatan yang memiliki panjang 150 meter dan lebar 17 meter serta ketinggian tower pilon mencapai 20 meter, masih dijadikan ajang selfie.

Hal ini pun memantik kembali reaksi dari DPRD Kota Surabaya. Para wakil rakyat pun meminta agar jembatan yang menjadi ikon baru Kota Surabaya itu segera dibuka agar bisa dinikmati oleh warga kota Surabaya.

Salah satunya anggota komisi C DPRD Surabaya dari PPP, Buchori Imron. Buchori meminta Jembatan Suroboyo harus segera diresmikan. “Contohnya Jembatan Suroboyo sampai saat ini belum bisa dimanfaatkan oleh warga Kota Surabaya,” ujar Buchori Imron.

Ia menjelaskan, Komisi C sebagai mitra Pemkot Surabaya di sektor pembangunan banyak menyoroti soal proyek jembatan yang sudah selesai dibangun. Misalkan, kata Buchori Imron, Jembatan Joyoboyo yang sudah selesai dibangun namun belum bisa digunakan oleh publik.

“Jadi harus nyata bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Bukannya pembangunan itu utamanya untuk kepentingan masyarakat, begitu juga dengan Jembatan Joyoboyo. Sepertinya miris saya melihat pembangunan yang tidak dimanfaatkan oleh publik,” tegasnya.

Buchori Imron menerangkan, setiap proyek pembangunan yang sudah selesai tentu ada biaya maintenance atau perawatan. Alhasil, jika dibiarkan tidak digunakan masyarakat anggaran perawatan akan tetap keluar.

Kedua, jelas politisi gaek PPP Kota Surabaya ini, tujuan utama dibangun Jembatan Joyoboyo adalah untuk mengurangi kemacetan di sekitar Wonokromo, Joyoboyo, atau arus lalu lintas dari arah selatan yaitu A. yani yang akan masuk ke Jalan Darmo atau Jalan Diponegoro.

Hal senada juga diungkapkan Ketua Komisi C Baktiono. Menurutnya, banyak warga yang kecewa karena jembatan Joyoboyo belum difungsikan. "Banyak warga yang kecele. Sebaiknya memang jembatan ini segera difungsikan karena katanya sudah diuji layak. Makanya kami ingin juga mengetahui hasil uji fungsi ini," kata Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Baktiono.

 

Diuji Ulang

Sedangkan Anggota Komisi C asal PSI, William Wirakusuma, meminta agar Pemkot untuk melakukan uji ulang kondisi fisik jembatan tersebut. Menurut William, meski sudah diuji oleh tim dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), namun masih kurang. "Seharusnya diuji dengan truk misalnya truk bertonase 100-200 ton, baru itu namanya the riil tes," katanya, Minggu (21/03/2021).

Jadi, menurut William, uji coba bukan hanya sekadar tes alat baru bisa dikatakan Jembatan Joyoboyo sudah layak difungsikan. Jembatan Joyoboyo harus dites dengan truk berkekuatan tonase sesuai kekuatan jembatan tersebut. “Pastinya Jembatan Joyoboyo sudah tertera berapa kekuatannya, namun tetap harus diuji coba kekuatannya," ujarnya.

William mengatakan, pihaknya belum tahu alasan Pemkot Surabaya belum juga memfungsikan Jembatan Joyoboyo. Terkait informasi bahwa pemkot belum membayar sisa biaya ke kontraktor Jembatan Joyoboyo sebesar Rp 4,5 miliar, William mengatakan tidak tahu.

Politisi asal PSI itu mengatakan mungkin saja belum dibukanya Jembatan Joyoboyo karena beberapa kali ada penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sehingga Pemkot Surabaya masih enggan membuka Jembatan Joyoboyo.

Untuk itu, William kembali menyarankan Pemkot Surabaya sebelum membuka Jembatan Joyoboyo harus yakin terlebih dahulu kekuatan tonase jembatan tersebut. "Jangan sampai baru dibuka nanti ada insiden yang tidak kita inginkan, jadi sebaiknya kembali dites dahulu Jembatan Joyoboyo sebelum digunakan masyarakat," katanya.

 

Persoalan Administrasi

Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga (DPUBMP) Surabaya Erna Purnawati menjelaskan, untuk pembangunan fisik Jembatan Joyoboyo itu sudah 100 persen selesai. Akan tetapi saat ini pihaknya sedang menunggu kelengkapan administrasi. "Karena itu salah satu persyaratan harus diperiksa inspektorat dulu. Untuk kekuatan bebannya oleh pakar dari ITS," katanya.

Merespon hal itu Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi pun langsung bertindak. Eri meminta kepada jajaran OPD terkait untuk serius menyelesaikan administrasi Jembatan Joyoboyo, salah satunya terkait sisa pembayaran sebesar Rp 4,5 Miliar.  "Saya sudah sampaikan, segera dicairkan bulan ini sehingga bisa diresmikan terkait Jembatan Joyoboyo," terang Eri, Minggu kemarin.

Namun, Erna mengklaim, semua urusan administrasi Jembatan Joyoboyo telah dituntaskan. Artinya, jembatan di depan Terminal Joyoboyo itu siap dibuka pada akhir Maret. ”Iya sudah selesai urusan administrasinya,” tuturnya pada Sabtu (20/3/2021).

Bahkan, Erna memaparkan, sebelum dibuka, jembatan tersebut harus melalui uji beban. Erna mengungkapkan, uji beban sudah tuntas oleh ahli dari Institut Teknologi 10 November Surabaya (ITS).  ”Uji beban sudah tuntas. Akhir bulan ini bisa dibuka,” ungkap Erna.

Diketahui Jembatan Joyoboyo diuji coba dengan dua truk seberat 100 ton pada 19 Februari 2021. Uji coba itu dilakukan oleh tim ITS. Ada beberapa tahapan untuk memastikan kekuatan jembatan yang terletak di sisi selatan Terminal Intermoda Joyoboyo (TIJ) itu.

Pakar Teknik Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Prof Dr Ir Putu Raka mengatakan dari pengujian tersebut pihaknya mendata hasil dari pemantauannya yaitu ukuran lendutan. Lendutan atau defleksi adalah perubahan bentuk pada benda karena tertimpa beban.

Oleh sebab itu, untuk konstruksi aspal beton, seperti Jembatan Joyoboyo, batasan kelendutan 1/800. Artinya dari hasil pemeriksaan secara keseluruhan, defleksinya itu sudah memenuhi standar.

"Jadi jembatan ini sudah memiliki kemampuan layanan ketika menerima beban kendaraan atau beban yang lewat," katanya. alq/ana/cr2/rmc

Berita Terbaru

MilkLife Kickers Runner-up Singa Cup 2026, Misi Cetak Talenta Timnas Jadi Target Berikutnya

MilkLife Kickers Runner-up Singa Cup 2026, Misi Cetak Talenta Timnas Jadi Target Berikutnya

Sabtu, 07 Nov 2026 17:09 WIB

Sabtu, 07 Nov 2026 17:09 WIB

SurabayaPagi, Singapura – MilkLife Kickers harus mengubur ambisi meraih gelar juara Singa Cup 2026 kategori Girls U14. Meski mengoleksi sembilan poin dari tiga …

Disbudpar Jatim Gelar Business Matching Penguatan Desa Wisata di Sidoarjo

Disbudpar Jatim Gelar Business Matching Penguatan Desa Wisata di Sidoarjo

Sabtu, 07 Nov 2026 16:09 WIB

Sabtu, 07 Nov 2026 16:09 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jatim mendorong serta memperkuat pengembangan desa wisata di wilayah Kabupaten Sidoarjo dengan…

Akses KUR Dipermudah, DPR RI Dorong Pelaku Ekonomi Kreatif Surabaya Naik Kelas

Akses KUR Dipermudah, DPR RI Dorong Pelaku Ekonomi Kreatif Surabaya Naik Kelas

Sabtu, 07 Nov 2026 14:39 WIB

Sabtu, 07 Nov 2026 14:39 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Akses permodalan menjadi salah satu tantangan yang harus dijawab untuk mempercepat pertumbuhan usaha ekonomi kreatif, terutama bagi p…

Fraksi PDI perjuangan DPRD Jatim Singgung Majadigi, Aduan Rakyat Harus Tuntas

Fraksi PDI perjuangan DPRD Jatim Singgung Majadigi, Aduan Rakyat Harus Tuntas

Sabtu, 07 Nov 2026 10:20 WIB

Sabtu, 07 Nov 2026 10:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Aplikasi Majapahit Digital (Majadigi) milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur didorong naik kelas menjadi platform…

Bupati Yuhronur Efendi Berangkatkan Peserta Ziarah Wali Songo Penerima Voucher Jalan Sehat HSN PCNU Lamongan

Bupati Yuhronur Efendi Berangkatkan Peserta Ziarah Wali Songo Penerima Voucher Jalan Sehat HSN PCNU Lamongan

Jumat, 06 Nov 2026 22:38 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 22:38 WIB

SURABAYAPAGI COM, Lamongan – Bupati Lamongan Yuhronur Efendi memberangkatkan peserta ziarah Wali Songo, penerima voucher dalam rangkaian kegiatan Jalan Sehat H…

Waduk Karangkates Disulap Jadi Pembangkit Energi Surya 133 MWp, PLN Kawal Percepatan Proyek

Waduk Karangkates Disulap Jadi Pembangkit Energi Surya 133 MWp, PLN Kawal Percepatan Proyek

Jumat, 06 Nov 2026 19:04 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 19:04 WIB

SurabayaPagi, Malang – Permukaan Waduk Karangkates di Kabupaten Malang, Jawa Timur, disiapkan menjadi sumber energi listrik bersih melalui pembangunan P…