SURABAYAPAGI.COM, Sampang - Beberapa lahan garam milik warga rusak setelah tanggul siring sepanjang 200 meter di Pangarengan Sampang jebol. Tanggul jebol karena tak mempu menahan debit air laut.
Kepala Desa Pangarengan, Moh Aksan membenarkan jebolnya tanggul di daerahnya itu akibat tidak mampu menahan arus deras air laut.
“Jebolnya sudah lama tetapi belum diperbaiki, karena untuk biaya perbaikan tanggul itu berkisar antara Rp 40 hingga Rp 50 juta,” terangnya, Senin (26/4/2021).
Ia mengaku, mendapat keluhan para petani garam karena tambak di sekitar tanggul yang jebol tidak lagi bisa memproduksi garam.
“Kemarin kita kumpulkan para pemilik tambak yang disaksikan oleh Forkopimcam untuk mencari solusi terkait perbaikan tanggul, tetapi belum bisa melakukan perbaikan karena minim pendanaan,” tandasnya.
Editor :
Moch Ilham
Berita Terbaru
Kamis, 15 Okt 2026 00:58 WIB
Kamis, 15 Okt 2026 00:58 WIB
SURABAYAPAGI.com – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mendapatkan restu pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar Rabu, (…
Kamis, 15 Okt 2026 00:56 WIB
Kamis, 15 Okt 2026 00:56 WIB
SURABAYAPAGI.com – Indonesia menargetkan perluasan konektivitas pembayaran QRIS ke Hong Kong, Timor-Leste, dan Arab Saudi, dengan sejumlah pengembangan teknis d…
Kamis, 15 Okt 2026 00:54 WIB
Kamis, 15 Okt 2026 00:54 WIB
SURABAYAPAGI.com – PT Jasa Marga (Persero) Tbk meraih peringkat 10 dalam Danantara Indonesia CX100 Award 2026 sebagai BUMN dengan layanan terbaik, yang d…
Kamis, 15 Okt 2026 00:52 WIB
Kamis, 15 Okt 2026 00:52 WIB
SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Tim kuasa hukum tersangka tindak pidana pencucian uang (TPPU) Don Ritto memprotes dakwaan yang disampaikan jaksa penuntut umum…
Kamis, 15 Okt 2026 00:50 WIB
Kamis, 15 Okt 2026 00:50 WIB
SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Operasi pemberantasan narkoba di kawasan Jalan Kunti, Surabaya, terus berlanjut. Polda Jawa Timur bersama petugas gabungan m…
Kamis, 15 Okt 2026 00:48 WIB
Kamis, 15 Okt 2026 00:48 WIB
SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Mantan Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Timur, Aris Mukiyono, didakwa menerima uang sekitar Rp 4,09 miliar d…