Gerindra Jatim Kawal Elektabilitas Prabowo

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Faf Adisiswo, Senior Partai Gerindra Jawa Timur.
Faf Adisiswo, Senior Partai Gerindra Jawa Timur.

i

SURABAYAPAGI, Surabaya – Partai Gerindra Jawa Timur diharapkan bisa menjaga popularitas dan elektabilitas Prabowo Subianto yang hingga saat ini masih sangat kuat jika berlaga di Pemilu 2024. Salah satunya dengan cara menempatkan kader-kader potensial yang memiliki latar belakang Nasionalis agar suara Gerindra tidak turun.

Wakil Ketua Dewan Penasehat DPD Partai Gerindra Jawa Timur Faf Adisiswo mengungkapkan tantangan Partai Gerindra di Pemilu 2024 sangat besar. Selain menjaga suara partai yang sudah ada saat ini, juga harus menyempurnakan tingkat keterpilihan Ketua umum Prabowo Subianto jika nanti maju dalam pemilihan presiden 2024.

Karena hasil survey Capres 2024 dari beberapa lembaga menyebut Prabowo Subianto elektabilitasnya paling tinggi.

“Gerindra Jatim harus bisa mengimbangi hasil itu, Salah satu caranya adalah membangkitkan lagi semangat kebangsaan kerakyatan menggandeng tokoh atau kader dengan background Nasionalis,” kata Faf Adisiswo, Minggu (16/5/2021).

Mantan Sekretaris DPD Partai Gerindra Jatim ini melihat sejak awal berdiri, masyarakat mengenal Gerindra adalah partai berafiliasi pada nilai nilai kebangsaan. Di dalamnya adalah berpegang teguh pada karakter nasionalisme yang kuat, tangguh dan mandiri. Seperti yang tercantum dalam dokumen manifesto Partai Gerindra.

“Jadi kalau unsur nasionalis ini diabaikan, atau diganti dengan unsur lain maka dikuatirkan tidak menguntungkan bagi Partai Gerindra,” terangnya.

Dirinya berharap DPP Partai Gerindra dalam menetapkan pucuk pimpinan Partai Gerindra Jawa Timur ini mempertimbangkan unsur nasionalis sebagai bagian utama. Setelah itu baru melibatkan unsur-unsur dari berbagai kalangan. Seperti melibatkan tokoh-tokoh agama. Termasuk melibatkan tokoh Nahdliyin agar dapat menjadi tambahan memperkuat Partai Gerindra.

Serta membangun jaringan-jaringan yang lebih luas lagi. Hal tersebut sesuai dengan platform partai yang nasionalis dan religius.

“Kultur Gerindra itu pada dasarnya adalah Nasionalis, maka pemimpinnya kalau bisa dari Nasionalis tulen. Jika didalam struktur itu ada tokoh-tokoh Nahdliyin maka hal itu adalah bagian yang bisa ikut bersama-sama membesarkan partai,” terang Wakil Ketua DPRD Jatim 2009-2014 ini.

Selain harus ada tokoh Nasionalis dalam pucuk pimpinan Partai Gerindra, Faf juga berharap PArtai Gerindra mampu beradaptasi dengan kebutuhan zaman. Terlebih menurut data statistik, jumlah pemilih dalam pemilu 2024 nanti 50% lebih adalah kaum millennial.

“Maka tidak ada salahnya jika nanti DPP menetapkan struktur pengurus DPD Gerindra Jatim definitif, ada dari unsur kalangan anak muda yang cakap dan punya jaringan menggarap grass root anak muda,” cetus Faf.

Namun yang terpenting, siapapun nanti yang mendapat amanah di kepengurusan baru adalah sebuah super team yang mau bekerja sama gotong royong membesarkan partai Gerindra. “Sebagai kader yang merintis partai ini sejak awal, saya berharap Partai Gerindra Jawa Timur ini nanti semakin dicintai rakyat, solid dan kuat seperti cita-cita Bapak Jenderal Ketua Umum Prabowo Subianto,” pungkasnya.rko

Berita Terbaru

2 Korporasi Malaysia dan Singapura Tersangka Karhutla

2 Korporasi Malaysia dan Singapura Tersangka Karhutla

Jumat, 30 Okt 2026 03:20 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - 20 korporasi sebagai tersangka dalam kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dari daftar tersebut, empat di antaranya merupakan…

Sepuluh Staf Terima Uang di Luar Gaji

Sepuluh Staf Terima Uang di Luar Gaji

Jumat, 30 Okt 2026 03:18 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Pengakuan sepuluh staf bidang pertambangan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Timur yang menerima uang di luar gaji d…

ESDM JATIM DIDUGA TERIMA PUNGLI RP 687,5 JUTA

ESDM JATIM DIDUGA TERIMA PUNGLI RP 687,5 JUTA

Jumat, 30 Okt 2026 03:15 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur mendalami dugaan aliran dana pungutan liar (pungli) sebesar Rp 687,5 juta kepada mantan…

Jokowi Minggu Depan Siap Jadi Saksi Roy Suryo

Jokowi Minggu Depan Siap Jadi Saksi Roy Suryo

Jumat, 30 Okt 2026 03:13 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:13 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Saya sangat menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Kalau memang diundang, ya saya Insya Allah akan hadir,” kata Jokowi k…

Hashim Ingatkan Risiko Pelemahan Rupiah Jika Isu MSCI Tak Diselesaikan

Hashim Ingatkan Risiko Pelemahan Rupiah Jika Isu MSCI Tak Diselesaikan

Jumat, 30 Okt 2026 03:11 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:11 WIB

SURABAYAPAGI.com - Ketua Dewan Penasihat Kadin Indonesia Hashim S. Djojohadikusumo mengingatkan potensi pelemahan nilai tukar rupiah akibat derasnya aliran…

Beras Oplos Berulang, Amran Wanti-Wanti Risiko Pidana

Beras Oplos Berulang, Amran Wanti-Wanti Risiko Pidana

Jumat, 30 Okt 2026 03:09 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:09 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Pertanian/Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman akan menyebar surat edaran (SE) mengenai potensi sanksi pidana…