Waspadai! Anak Sebar Virus yang Munculkan Klaster Keluarga

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Seorang anak tengah menjalani tes swab.
Seorang anak tengah menjalani tes swab.

i

2.949 anak di Jatim Terpapar Virus Corona. 127 asal Surabaya dan 24 Anak Meninggal

 

 

Minggu ini saat libur sekolah hingga 10 Juli 2021. Anak juga terancam terpapar virus Covid-19. Bahkan anak baru gejala pilek dikhawatirkan bisa terpapar Covid-19. Menurut Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Dr dr Aman Bhakti Pulungan, SpA(K), FAAP, proporsi kasus Corona pada anak secara nasional capai 12,5 persen. Secara nasional proporsi kasus konfirmasi positif COVID-19 pada anak usia 0-18 tahun ini adalah 12,5 persen. Artinya 1 dari 8 kasus konfirmasi itu adalah anak. Harian kita menurunkan tim liputan khusus Liburan Anak Surabaya di tengah pandemi Covid-19, apa dan bagaimana. Disertai undercover di 2 tempat hiburan bermain anak di Surabaya yakni Kidzoona dan KidZania Surabaya. Juga disertai dengan jajak pendapat dari responden terhadap respon orang tua pada musim liburan di pandemi Covid-19 ini. Tim liputan khusus terdiri dari Sammy Mantolas, Mariana Setyawati, dan Lady Yuvinda dan dikoordinasi oleh Raditya Mohammar Khadaffi. Berikut liputannya.

 

 

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Hingga minggu ketiga Juni 2021, kasus Covid-19 di Indonesia terus meningkat. Bahkan, Selasa (22/6/2021) kemarin, kasus nasional meningkat 13.668 kasus positif. Dengan tambahan kasus tersebut, total warga Indonesia yang terpapar virus Corona itu mencapai 2.018.113 kasus. Pertambahan kasus harian juga dicatatkan peningkatan anak-anak yang terkonfirmasi virus Corona, bahkan hingga Selasa kemarin, total di Indonesia, sudah 113.000 anak-anak yang terpapar Covid-19.

Bahkan di Jawa Timur sendiri 2.949 anak yang terpapar, 127 diantaranya berasal dari Surabaya. Untuk itu, anak-anak kini diwaspadai sebagai silent carrier dalam penyebaran virus, bahkan bisa menimbulkan klaster keluarga. Hal ini diungkapkan Konsultan Dokter Rumah Sakit Lapangan Indrapura Surabaya (RSLI) dr. Kristrijogo dan Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Jawa Timur dr. Sjamsul Arief Sp.A (K). Berikut  

Konsultan dokter RSLI Surabaya dr. Kristrijogo menjelaskan, potensi anak tertular virus covid-19 sangat kecil bila dibandingkan dengan orang dewasa. Musababnya kata dr. Kristrijogo, enzim ACE2 atau angiotensin converting enzyme 2 pada anak sangat kecil bila dibandingkan oleh orang dewasa. Gen ACE2 merupakan gen dari reseptor sel tertentu yang digunakan virus covid-19 sebagai jalan untuk memasuki sel manusia.

"Karena anak itu hampir belum sempurna ACE2 dibandingkan orang dewasa. Jadi potensi virus untuk menempel ke inangnya itu kecil," kata dr. Kristrijogo kepada Surabaya Pagi, Selasa (22/06/2021).

Bagi anak-anak yang telah positif pun penanganannya dilakukan sama seperti pasien pada umumnya. Meski begitu, ia mengingatkan agar pemberian antibiotika dan sejenisnya tidak dilakukan, karena akan berpengaruh pad organ dalam anak seperti ginjal dan hati. "Jadi kalau anak-anak sudah positif gini kita rawat biasa, yang penting happy sama ibunya, kasih susu [ASI] kasih makanan. Kalau ada gejala, ya kita rawat gejalanya," katanya

 

Silent Carrier

Kendati kemungkinan anak tertular sangat kecil, dr. Kristrijogo mengingatkan agar orang tua selalu mewaspadai kebersihan daripada anak. Karena beberapa kasus yang ditemui di lapangan, anak menjadi silent carrier atau pembawa virus bagi orang tua yang akhirnya berdampak pada munculnya kluster keluarga.

"Silent carrier corona adalah pembawa virus corona yang tidak mengetahui dirinya membawa virus. Bisa saja virusnya menempel di baju habis main di luar sama kawan, pulang ke rumah, namanya anak-anak langsung minta dipeluk orang tua tanpa membersihkan diri," jelasnya

Perlu diketahui, seorang silent carrier corona dapat menyebarkan virus kepada beberapa orang. Data menunjukkan satu orang umumnya menyebarkan pada 2-3 orang. Namun pada sejumlah kasus, seseorang dapat menjadi penyebar super atau super spreader yakni menyebarkan ke 11 hingga 37 orang.

"Jadi mulailah ubah perilaku kita. Membatasi agar anak tidak sering keluar rumah. Kalau sering keluar [rumah] akan beresiko. Kalau di rumah saja, tidak kemana-mana, otomatis akan aman. Ataupun kalau keluar rumah, saat pulang harus membersihkan diri dan mengganti pakaian," ucapnya menghimbau.

 

Hampir 3.000 Anak Positif Covid-19

Sedangkan dari data IDAI Jatim merilis jumlah kasus anak yang terkonfirmasi positif. Secara nasional kasus positif Covid-19 pada balita usia 0-5 tahun sebanyak 2,8�n usia 6-18 tahun sebanyak 9,8%. Dengan kata lain, dalam 8 kasus konfirmasi positif, terdapat 1 orang anak ataupun balita. Bahkan data yang dikumpulkan oleh seluruh ketua cabang IDAI di Indonesia, setiap minggunya tercatat ada sekitar 113.000 kasus Covid-19 pada anak.

Bahkan di Jawa Timur, hingga Selasa (22/6/2021), ada 2.949 anak yang terpapar Covid-19. Dari 2.949 anak, 127 anak berasal dari Surabaya. Dari kasus itu, 24 anak diantaranya meninggal. Bahkan, ada 1 anak yang berusia 1 tahun 6 bulan, yang positif Covid-19 meninggal dunia karena juga terimbas demam berdarah.

“Ini data dari minggu lalu. Per 14 Juni, yang suspek ada 3.944 atau bertambah 82 anak. Yang confirm positif ada 2.949, ada penambahan 86 kasus dalam seminggu. Yang konfirmasi meninggal ada 24 anak, dan belum ada penambahan dari minggu sebelumnya, semoga tidak bertambah,” kata dr. Sjamsul Arief Sp.A (K) Ketua Ikatan Dokter Anak (IDAI) Jatim, Selasa kemarin.

Dokter Sjamsul mengatakan, data ini didapat dari pasien anak yang menderita Covid lalu dirawat oleh dokter anak. Sehingga ia memperkirakan jumlah anak yang terkonfirmasi Covid-19 keseluruhan bisa lebih dari itu. “Data ini tidak sama dengan yang dikeluarkan Gugus Covid, karena tidak semua anak dirawat di dokter anak. Ada juga di dokter umum dan sebaiknya. Tentunya data Satgas bisa lebih tinggi dari data IDAI,” lanjutnya.

Ia menjelaskan, saat terpapar covid, mayoritas anak-anak memiliki gejala klinis ringan dan tidak terlalu parah dibanding orang dewasa. Ini dikarenakan secara imunologi, imun anak tidak terlalu bereaksi terhadap inflamasi. Sehingga, imun anak yang lebih kuat membuat gejala klinisnya lebih lemah.

Namun dengan adanya 24 kasus anak di Jawa Timur yang meninggal akibat covid, tentu menjadi catatan tersendiri bagi IDAI.

Dokter Sjamsul mengatakan, anak-anak yang meninggal tersebut pada umumnya memiliki latar belakang kesehatan yang kurang baik sebelum terpapar Covid-19. “Anak-anak yang meninggal pada umumnya tidak murni dikarenakan covid. Ada yang (penyakit) paru-paru, infeksi otak atau infeksi-infeksi lain seperti TBC, bahkan ada yang HIV karena tertular orangtuanya. Mereka meninggal, karena covid memperberat penyakitnya,” papar dr. Sjamsul.

 

Risiko Penularan di Dalam Rumah

Sedangkan, untuk di Surabaya, ada 127 anak diantaranya 36 anak masih berusia balita alias 0-4 tahun. Sedangkan 91 anak berusia 5-14 tahun. Mayoritas, anak dan balita itu tertularnya dari orang tua atau anggota keluarga lainnya yang diduga saat libur lebaran dan libur sekolah pada bulan Mei dan Juni 2021.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya Febria Rahmanita itu juga menjelaskan bahwa ada beberapa anak yang dirawat secara mandiri di rumah oleh orang tua mereka. Kendati demikian, pihak puskesmas juga akan terus memantau para pasien yang menjalani isolasi mandiri. "Jadi tetap terus kami pantau. Kami pun juga berkonsultasi dengan dokter spesialis anak," ungkap Feny, sapaan lekat Febria Rachmanita.

Risiko penularan Covid-19 di dalam rumah masih mungkin terjadi, apalagi bagi pasien anak yang dirawat mandiri. Orang tua mau tidak mau berinteraksi dengan pasien ketika menyediakan perawatan.

Oleh karena itu, ia meminta para orang tua agar mengikuti protokol kesehatan yang ada seperti mencuci tangan secara berkala. "Sebelum dia pegang bayi atau anak harus pakai cairan pembersih tangan atau mencuci tangan dengan sabun," katanya. Selain itu, imunitas tubuh juga harus diperkuat agar tak ikut menjadi pasien positif corona. sem/ang/ana/cr2/rmc

Berita Terbaru

Lagi, Siswa SMP di Ponorogo Tewas Tenggelam saat Mandi di Bawah Bendungan Bendo

Lagi, Siswa SMP di Ponorogo Tewas Tenggelam saat Mandi di Bawah Bendungan Bendo

Senin, 12 Okt 2026 21:22 WIB

Senin, 12 Okt 2026 21:22 WIB

SURABAYAPAGI, Ponorogo – Kecelakaan air kembali terjadi di Ponorogo. Kali ini menimpa Aditya (13) pelajar kelas VII SMPN 3 Sambit. Warga Dukuh Ringin S…

Pemesanan Digital Sumbang Lebih dari 40 Persen, Bluebird Perluas Layanan MyBluebird

Pemesanan Digital Sumbang Lebih dari 40 Persen, Bluebird Perluas Layanan MyBluebird

Senin, 12 Okt 2026 19:43 WIB

Senin, 12 Okt 2026 19:43 WIB

SurabayaPagi, Surabaya — Pemesanan melalui aplikasi MyBluebird kini berkontribusi lebih dari 40 persen terhadap total pemesanan Bluebird dari seluruh k…

Bank Jatim Perkuat Sinergi dengan DPD REI Jawa Timur, Percepat Penyaluran Kredit Perumahan

Bank Jatim Perkuat Sinergi dengan DPD REI Jawa Timur, Percepat Penyaluran Kredit Perumahan

Senin, 12 Okt 2026 17:56 WIB

Senin, 12 Okt 2026 17:56 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis pengembang perumahan…

Demi Keselamatan, KAI Daop 7 Madiun Perketat Pengawasan Operasional Lewat Sidak Malam

Demi Keselamatan, KAI Daop 7 Madiun Perketat Pengawasan Operasional Lewat Sidak Malam

Senin, 12 Okt 2026 16:01 WIB

Senin, 12 Okt 2026 16:01 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun terus memperketat pengawasan operasional dan menegaskan komitmennya,…

Kantor Imigrasi Blitar Permudah Pengurusan Paspor melayani Masyarakat Lewat PASPORIA di CFD

Kantor Imigrasi Blitar Permudah Pengurusan Paspor melayani Masyarakat Lewat PASPORIA di CFD

Senin, 12 Okt 2026 15:59 WIB

Senin, 12 Okt 2026 15:59 WIB

SURABAYAPAGI com, Blitar - Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Blitar menghadirkan layanan PASPORIA (Paspor Ceria) di kawasan Car Free Day (CFD) Tulungagung, pada…

Peringati HUT ke-81 Provinsi Jawa Timur, Pemkot Mojokerto Perkuat Semangat Pembangunan Berkelanjutan

Peringati HUT ke-81 Provinsi Jawa Timur, Pemkot Mojokerto Perkuat Semangat Pembangunan Berkelanjutan

Senin, 12 Okt 2026 15:49 WIB

Senin, 12 Okt 2026 15:49 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Pemerintah Kota Mojokerto menggelar upacara peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur di Lapangan Sasana Praja Abhipraya B…